Upnusa, SANGATTA – Pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutai Timur (Kutim) berlangsung khidmat di Ruang Tempudau Kantor Bupati Kutim, Selasa (13/1/2026) pagi.
Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen organisasi mahasiswa dalam mendukung tata kelola kampus yang berintegritas dan berdaya saing.
Acara pelantikan dihadiri Kepala STIPER Kutim Dr Ismail Fahmy Almadi, Ketua Ikatan Alumni (IKA) STIPER Kutim Alex Bajo Wawo, serta perwakilan Pengurus Pusat BEM se-Kalimantan Timur (Kaltim) Deo Ratus Feran. Turut hadir civitas akademika dan mahasiswa STIPER Kutim.
Dalam kesempatan tersebut, pengurus BEM dan BPM yang baru dilantik juga menandatangani Fakta Integritas sebagai bentuk komitmen moral dan kelembagaan. Fakta integritas tersebut menegaskan kesetiaan terhadap nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta penolakan terhadap praktik kolusi, korupsi, nepotisme, dan politik praktis dalam organisasi mahasiswa.
Selain itu, BEM dan BPM STIPER Kutim bertekad membangun kehidupan organisasi yang dinamis, positif, menjunjung tinggi kehormatan almamater, serta siap bekerja sama secara sehat dan berkeadilan dengan seluruh unsur civitas akademika.
Adapun mahasiswa yang resmi dilantik sebagai pengurus BEM dan BPM STIPER Kutim yaitu Yosua Sihotang, Yogi Oktanis, Dwi Mawar Ningsih, Elisa Juman, Helvia Marthen Biang, Muh Yusuf dan Ratnawati.
Ketua IKA STIPER Kutim, Alex Bajo Wawo dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para mahasiswa yang dilantik.
“Pelantikan ini tidak sekadar menjadi seremoni, namun mampu melahirkan kepemimpinan mahasiswa yang aktif, kritis, dan memberi kontribusi nyata bagi kampus,” pintanya.
Sementara itu, Kepala STIPER Kutim Dr Ismail Fahmy Almadi menekankan pentingnya semangat baru bagi pengurus yang dilantik. Ia mendorong adanya koordinasi yang lebih intensif dengan alumni sebagai ruang berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat program-program progresif di STIPER Kutim.
“Mahasiswa harus mampu bersinergi, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga mendukung program Pemerintah Kabupaten Kutim, sehingga STIPER dapat tumbuh sebagai institusi yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.
Ismail menambahkan pelantikan ini diharapkan menjadi awal penguatan peran strategis mahasiswa STIPER Kutim.
“Tentunya sebagai agen perubahan yang berintegritas dan berkontribusi bagi pembangunan daerah,” tutupnya.(*)















