Upnusa, KUKAR – Bersihnya data orang meninggal dunia di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) dianggap berpengaruh meningkatnya partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Kartanegara, Rinda Desianti menjelaskan, bahwa pemerintah bersama KPU dan Bawaslu melakukan pembersihan DPT orang yang telah meninggal.
Proses ini dimulai pada 2019 dan diverifikasi kembali oleh Petugas Pemutahiran Data Pemilih (Pantarlih) pada 2023.
Petugas mendatangi rumah-rumah untuk memastikan data pemilih dan menerbitkan Surat Keterangan (Suket) kematian bagi yang telah meninggal. Suket ini kemudian menjadi dasar untuk pembuatan akta kematian di Disdukcapil.
“Saya optimis partisipasi pemilih meningkat, karena salah satu penyumbang golput itu orang-orang yang meninggal tapi masih masuk di DPT,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Kartanegara, Rinda Desianti, Selasa (19/03/2024).
Rinda Desianti menargetkan partisipasi pemilih di wilayah kerjanya ini, pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang mencapai 90 persen.
“Saya optimis bisa mencapai 90 persen, dan itu melampaui target nasional 77,5 persen dan melampaui hasil pemilu 2019 sebesar 81,20 persen,” ujarnya.
Rinda mengatakan, selain itu berdasarkan pantauan di lapangan pada hari pemungutan suara 14 Februari lalu, antusias pemilih di Kukar begitu luar biasa mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) . Selain itu, tiga pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden turut mempengaruhi partisipasi masyarakat.
Rinda mengaku mendapat informasi, ada sejumlah tempat pemungutan suara yang 100 persen masyarakat menggunakan hak pilihnya. “Capaian tersebut tidak pernah terjadi pada pemilu sebelumnya,” ujarnya. (Adv/upnusa_kukar)















