Upnusa, TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah meresmikan Klinik Rumah Bahagia sebagai bagian dari Gerakan Bersama untuk pencegahan stunting. Acara peresmian berlangsung di areal PT Maju Kalimantan Hadapan (MKH) di Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman, pada Kamis (15/7/2024).
Peresmian Klinik Rumah Bahagia ditandai dengan pengguntingan pita serta peninjauan langsung ke berbagai ruangan di dalam fasilitas tersebut. Edi Damansyah memberikan apresiasi atas inisiatif PT MKH yang telah mengubah tempat penitipan anak menjadi pusat penanganan stunting.
Dalam arahannya, Edi Damansyah menyatakan keinginannya agar Klinik Rumah Bahagia dioptimalkan keberadaannya. “Tempat ini awalnya hanya sebuah tempat penitipan anak, tetapi saya yakin dengan sedikit usaha tambahan, tempat ini bisa menjadi pusat penanganan stunting yang efektif,” ujarnya.
Edi juga menekankan perlunya pengelolaan yang baik dan manajemen yang terstruktur untuk Klinik Rumah Bahagia, yang sebelumnya adalah Tempat Penitipan Anak (TPA) dalam kawasan perkebunan. Ia berharap adanya role model yang tepat untuk mengelola fasilitas ini.
Bupati Edi Damansyah menilai Klinik Rumah Bahagia memiliki potensi untuk menjadi embrio Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), berdasarkan pengamatannya saat kunjungan ke lokasi. Ia berharap konsep dan manajemen di fasilitas ini dapat menjadi contoh yang baik.
Dalam kesempatan tersebut, Edi Damansyah juga menyampaikan harapannya agar anak-anak yang berada di Klinik Rumah Bahagia mendapatkan perhatian dan perawatan yang optimal. Program pemberian makanan tambahan, yang merupakan bagian dari intervensi pencegahan stunting, akan menjadi fokus utama selama dua bulan ke depan.
Kegiatan peresmian tersebut juga dirangkai dengan pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal bagi balita dengan masalah gizi. Selain itu, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) antara Pemkab Kukar dan PT MKH mengenai intervensi pencegahan stunting di Kecamatan Muara Kaman. (Adv/upnusa_kukar)















