UPNUSAKITA.COM, SANGKULIRANG – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola Gala Tua di Desa Peridan Kecamatan Sangkulirang, Sabtu (16/9/2023).
Pada kesempatan itu, Ia menyampaikan bahwa untuk memasyarakatkan olahraga dan mencari atlet potensial, Pemkab Kutim hingga akhir tahun 2023 ini akan menyelenggarakan beberapa kejuaran yang memperebutkan piala bupati.
“Di penghujung tahun ini akan ada banyak agenda olah raga seperti Futsal Open Tournament, sepak bola Bupati Cup antar kecamatan (1-30 Oktober), berikutnya Voley Ball Open Tournament, Tenis Meja dan Bulutangkis Bupati Cup, selanjutnya Sangatta International Fishing Tournament(17-21 Oktober) terbagi dalam dua kelas yakni international (profesional) dan tradisional (nelayan dan masyarkat), berikutnya Rock Climbing (panjat tebing).
“Mengapa kegiatan olahraga ini digalakkan,supaya atlet Kutim bersiap diri meningkatkan kualitasnya dengan banyak mengikuti turnamen. Tantangannya adalah pada 2024,Ibukota Negara Nusantara (IKN) sudah pindah di Kaltim. Jadi harapannya Kutim berkontribusi lebih dengan hadirnya IKN,”tegas Ardiansyah.
Ditambahkannya, pola pembibitan atlet harus dimulai sejak dini.Sistem manajemen atlet harus diterapkan dengan baik untuk melahirkan generasi yang profesional, mampu bwrsaing baik di tingkat lokal,regional,nasional bahkan international,”harap Ardiansyah.
Pada kesempatan itu juga, Bupati Ardiansyah menyerahkan bantuan seperangkat peralatan olahraga kepada perwakilan karang taruna Desa Peridan.
Ketua panitia Turnamen Sepak bola Gala Tua, Edin Prayitno menjelaskan bahwa turnamen ini diikuti 8 tim dari Desa Peridan dengan usia minimal 35 tahun ke atas dan akan berlangsung hingga 19 September 2023. Tujuannya adalah menjalin silaturahmi diantara kaum muda dan memotivasi agar tetap bersemangat bermain bola, dan juga agar sepak bola di Desa Peridan tidak vakum.
“Turnamen ini adalah rangkaian dari perayaan HUT ke 78 RI, menjalin silatirahmi diantara paea pemain senior dan yunior. Kita di sini dalam turnamen ini sebetulnya lebih untuk bersilaturahmi dan saling mengenal. Juara itu hanya bonus saja yang penting dan utamanya terjalin suasana yang akrab antara sesama veteran yang memiliki hobi yang sama,” ujar Bang Yitno sapaan akrabnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk dapat mengutamakan kejujuran dan keadilan dalam bermain.
“Untuk peserta harus tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas sedangkan untuk masyarakat yang menjadi penonton tetap jaga ketertiban supaya kegiatan ini berjalan dengan lancar,” himbaunya.(*)















