Upnusa, MUARA BENGKAL – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kutim menyalurkan bantuan bagi warga terdampak kebakaran di Desa Muara Bengkal Ulu, Sabtu (15/11/2025). Insiden yang dipicu korsleting listrik itu menghanguskan empat rumah dan membuat 13 kepala keluarga di RT 07 kehilangan tempat tinggal.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman meninjau langsung lokasi kebakaran pada Senin (17/11/2025), didampingi Kepala Dinas Sosial Ernata Hadi Sujito, Ketua Baznas Kutim Masnif Sofwan, Camat Muara Bengkal Norhadi, serta Kepala Desa Muara Bengkal Ulu. Selain melihat kondisi rumah yang terbakar, Bupati juga berbincang dengan para korban untuk memastikan kebutuhan mendesak mereka.
“Kami ingin memastikan seluruh korban tertangani dengan baik. Pemerintah daerah bersama Baznas akan terus memberikan pendampingan hingga warga bisa pulih,” kata Ardiansyah di sela kunjungan.
Baznas Kutim menyerahkan santunan bagi keluarga terdampak. Masnif Sofwan menjelaskan, bantuan itu bersumber dari zakat ASN Kutim yang dialokasikan untuk membantu warga dalam kondisi darurat.
Sementara itu, Dinas Sosial Kutim menyalurkan bantuan kebutuhan dasar seperti tenda, matras, selimut, serta paket sembako. Ernata menambahkan, asesmen awal telah dilakukan sejak malam kejadian untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan mendesak para korban.
Pemerintah kecamatan dan desa juga telah menyiapkan dukungan sementara melalui gotong royong warga dan penyediaan tempat tinggal di lokasi yang lebih aman.
Ardiansyah mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat yang masih menggunakan material mudah terbakar. Ia meminta warga rutin memeriksa instalasi listrik dan segera melapor jika menemukan potensi bahaya.
Pemkab Kutim memastikan proses pendampingan bagi para korban akan terus berjalan hingga pemulihan berlangsung sepenuhnya. “Semoga para korban diberikan kekuatan dan bisa kembali bangkit,” ujar Ardiansyah.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk respons cepat sekaligus penguatan solidaritas antara pemerintah daerah, Baznas, dan masyarakat dalam menghadapi bencana. (Adv/setkab_kutim)















