Upnusa, SANGATTA – Suasana penuh energi positif menyambut Jumat pagi ketika Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Timur (Kutim) menggelar senam bersama sebagai pembuka rangkaian Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025. Ratusan peserta dari berbagai organisasi perempuan turut hadir, menciptakan momentum yang semarak, hangat, dan sarat kebersamaan.
Peserta berasal dari TP PKK Kutim, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kutim, serta sejumlah organisasi perempuan di lingkungan pemerintah daerah. Wakil Ketua TP PKK Kutim, Masriati Mahyunadi, hadir memberikan dukungan langsung, ikut menyatu dalam barisan senam yang bergerak serempak mengikuti irama musik energik. Gerakan-gerakan dinamis yang dilakukan bersama melahirkan harmoni dan kegembiraan yang memancar dari wajah para peserta.
Kegiatan dibuka oleh Ketua DWP Kutim, Lisnawarty Rizali Hadi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Peringatan Hari Ibu bukan sekadar acara tahunan, tetapi memiliki makna mendalam bagi perjalanan perempuan Indonesia.
“Peringatan Hari Ibu adalah momentum untuk menegaskan kembali apresiasi bangsa kepada Perempuan, atas dedikasi, peran, dan kontribusinya untuk keluarga, masyarakat, dan negara,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa puncak Peringatan Hari Ibu ke-97 tingkat Kutim akan dilaksanakan pada 8 Desember 2025. Serangkaian kegiatan seperti senam bersama ini diharap mampu menjadi ruang kebersamaan yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mempererat jalinan silaturahmi antarperempuan dari berbagai kalangan.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin memupuk persatuan sekaligus meneguhkan peran perempuan sebagai agen perubahan sosial dan penggerak kesetaraan gender. Meski menghadapi tantangan seperti beban ganda, perempuan Kutim harus tetap tangguh, mandiri, dan berdaya,” tambahnya. Ia menutup sambutan dengan pesan penuh optimisme: “Selamat Hari Ibu ke-97 Tahun 2025. Perempuan berdaya dan berkarya menuju Indonesia Emas 2045.”
Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah, juga memberikan pesan inspiratif. Ia menekankan bahwa pemberdayaan perempuan bermula dari rumah, melalui peran ibu dalam menanamkan karakter dan pendidikan bagi anak. “Perempuan Kutim memiliki kekuatan untuk memberdayakan dirinya. Kekuatan itu penting dalam mempersiapkan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Untuk memeriahkan suasana, panitia menyediakan beragam door prize yang membuat kegiatan semakin hangat dan penuh tawa. Sorakan antusias mewarnai setiap pengundian hadiah, menjadi bukti eratnya rasa kebersamaan yang terbangun.
Senam bersama ini diharapkan menjadi simbol semangat perempuan Kutim yang aktif, sehat, percaya diri, serta terus berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa.
Di tengah rangkaian acara, Ketua TP PKK Kutim, Siti Robiah, memberikan testimoni yang menguatkan peran perempuan. Ia menekankan bahwa perempuan Kutai Timur memiliki kekuatan untuk memberdayakan dirinya. Menurutnya, kekuatan tersebut berawal dari peran perempuan dalam keluarga terutama sebagai ibu yang menanamkan nilai dan membentuk karakter anak untuk menjadi generasi berkualitas. Ketika perempuan berdaya, katanya, mereka bukan hanya menguatkan diri sendiri, tetapi juga turut mendorong kemajuan daerah dan masa depan Indonesia.
Acara semakin meriah dengan hadirnya door prize yang memancing tawa, sorakan, dan kehangatan di antara para peserta. Kegiatan senam ini sekaligus menjadi simbol semangat perempuan Kutim untuk tetap sehat, percaya diri, kompak, dan terus berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.(adv/diskominfo_kutim)















