Upnusa, SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi mengajak seluruh lapisan masyarakat Kutim untuk sejenak menundukkan kepala, menyampaikan empati, dan mendoakan saudara sebangsa yang tengah tertimpa musibah di Tanah Sumatera.
Ajakan penuh kepedulian tersebut disampaikan Mahyunadi saat memberikan sambutan dalam acara sakral Pembukaan Adat Pelas Tanah ke-10 yang digelar di Lapangan STQ Sangatta pada Jumat (5/12/2025) malam lalu.
Dalam pidatonya yang menghangatkan suasana, Mahyunadi menyampaikan bahwa dalam momentum kebersamaan dan kegembiraan tradisi Pelas Tanah, penting bagi masyarakat Kutim untuk tidak melupakan saudara-saudara lain di Indonesia yang sedang menghadapi cobaan berat.
“Bapak-Ibu sekalian yang berbahagia, sebelum melanjutkan, saya mengajak kita semua dan masyarakat Kutim, terkhusus bagi saya, untuk merasakan dan menyampaikan empati serta merasakan duka yang mendalam terhadap musibah yang terjadi pada saudara-saudara kita satu bangsa di Tanah Sumatera sana,” ujar Mahyunadi dengan nada penuh keprihatinan.
Ia turut menekankan pentingnya solidaritas nasional dan mengundang hadirin untuk mendoakan agar korban musibah tersebut diberikan ketabahan dan kekuatan.
“Kita doakan semuanya agar seluruh saudara-saudara kita yang tercipta musibah di sana diberikan kekuatan, diberikan kekuatan hati dan jiwa oleh Allah SWT. Mudah-mudahan dibalik musibah ada hikmah, mudah-mudahan dibalik kesusahan ada kemudahan,” harapnya.
Mahyunadi meyakini bahwa setiap cobaan yang datang pasti akan membawa pelajaran dan menjadi bagian dari penambah kesuksesan di masa depan bagi masyarakat yang tertimpa musibah.
“Mudah-mudahan semua itu telah menjadi bagian daripada penambah kesuksesan dari masyarakat-masyarakat kita, saudara-saudara kita yang tercipta musibah.”
Kepedulian yang disampaikan oleh Mahyunadi ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutim untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan bangsa, bahkan di tengah pelaksanaan agenda adat daerah yang penting. Pelas Tanah ke-10 sendiri merupakan tradisi tahunan Suku Kutai yang bertujuan membersihkan diri, menjaga keseimbangan alam, serta memohon keselamatan dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat Kutim.
Kehadiran Wakil Bupati Mahyunadi dan jajaran Forkopimda dalam acara ini menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya lokal, sambil tetap memastikan bahwa semangat persatuan dan kepedulian terhadap sesama bangsa tidak pernah luntur.(Adv/diskominfo_kutim)















