Upnusa, SANGATTA – Sebagai daerah penyangga Kabupaten Kutai Timur terhadap Ibu Kota Nusantara, Kutim diproyeksikan menghadapi peningkatan arus migrasi dalam beberapa tahun ke depan. Meski demikian, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kutai Timur memastikan belum ada rencana penambahan gedung atau perluasan fasilitas fisik dalam waktu dekat.
Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, menyampaikan bahwa pihaknya masih mencermati perkembangan demografi sebelum mengambil keputusan strategis terkait infrastruktur layanan.
“Kami masih mengamati dinamika yang terjadi. Proyeksi kebutuhan fisik untuk lima sampai sepuluh tahun ke depan harus disesuaikan dengan kemampuan APBD serta kebijakan pemerintah pusat terkait pengembangan IKN,” ujar Jumeah.
Ia menegaskan, pembangunan gedung baru atau perluasan layanan fisik belum bisa dipastikan saat ini. “Semua kembali pada kemampuan anggaran daerah dan arahan lebih lanjut dari pusat. Dampak ke daerah tentu ada, tetapi kami bergerak berdasarkan prioritas yang sedang berjalan,” katanya.
Menurut Jumeah, kesiapan menghadapi lonjakan penduduk tidak selalu identik dengan pembangunan gedung besar. Disdukcapil justru memfokuskan penguatan efektivitas layanan melalui digitalisasi serta optimalisasi pelayanan di tingkat kecamatan dua agenda yang sejalan dengan prioritas kepala daerah.
“Yang terpenting memastikan sistem bekerja optimal. Jika layanan daring dan distribusi pelayanan ke kecamatan berjalan lancar, penambahan jumlah penduduk bisa ditangani tanpa harus terburu-buru membangun gedung baru,” jelasnya.
Meski demikian, Disdukcapil tidak menutup kemungkinan melakukan evaluasi terhadap kapasitas ruang layanan dan kebutuhan SDM apabila arus migrasi meningkat signifikan seiring operasional penuh IKN.
“Untuk sementara, kami memaksimalkan fasilitas yang ada sambil terus memantau perkembangan jumlah penduduk dari tahun ke tahun,” tambah Jumeah.
Dengan pendekatan adaptif tersebut, Disdukcapil berharap kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kutim tetap terjaga, meskipun dinamika demografi berubah akibat kedekatan wilayah dengan proyek strategis nasional. (Adv/diskominfo_kutim)















