Menggali Akar Budaya Lokal, Desa Singa Gembara Mantapkan Diri sebagai Desa Inklusif Berbasis Seni dan Keberagaman

- Penulis

Selasa, 18 November 2025 - 04:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upnusa, SANGATTA – Di balik nama yang sarat filosofi, Desa Singa Gembara menyimpan potensi besar di bidang seni dan budaya. Terletak di Kecamatan Sangatta Utara, desa ini tumbuh dari akar budaya lokal yang kuat, tercermin dari nama “Singa Gembara” yang berasal dari tokoh adat penting Suku Kutai.

Sekretaris Desa Singa Gembara, Nuryadin, menuturkan bahwa nilai sejarah dan keberagaman budaya merupakan kekayaan utama desa yang terus dijaga dan dikembangkan. Menurutnya, identitas budaya tidak hanya menjadi warisan, tetapi juga modal sosial untuk membangun kebersamaan warga.

“Keberagaman suku dan budaya di sini adalah kekuatan. Kami ingin menggali potensi itu melalui seni, festival budaya, dan kegiatan masyarakat yang melibatkan semua elemen,” ujar Nuryadin belum lama ini.

Desa Singa Gembara dihuni oleh masyarakat dari berbagai latar belakang suku, mulai dari Kutai, Jawa, Banjar, Minangkabau, Toraja, Madura, Bugis, hingga suku-suku lainnya. Keberagaman tersebut menjadikan desa ini ditetapkan sebagai salah satu Kampung Moderasi Beragama, di mana nilai toleransi dan saling menghormati tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

Nuryadin menjelaskan, praktik moderasi beragama telah lama menjadi bagian dari keseharian warga. Berbagai perayaan keagamaan dilaksanakan secara terbuka dan penuh kebersamaan, melibatkan lintas umat dan komunitas.

“Kalau Natal, kami menggelar perayaan Natal bersama. Saat Idulfitri, kami juga melaksanakan silaturahmi bersama. Semua warga ikut merasakan suasana kebersamaan tanpa sekat,” tambahnya.

Potensi seni dan budaya yang dimiliki Singa Gembara juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan desa wisata berbasis budaya. Meski belum memiliki agenda seni rutin berskala besar, desa ini dinilai memiliki fondasi yang kuat untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Baca Juga :  Rp50 Juta per RT dari Kukar Bebaya, Program Bupati Edi Sukses Perbaiki Kesejahteraan Desa

Ke depan, pemerintah desa membuka ruang kolaborasi lintas suku dan komunitas seni. Nuryadin berharap Singa Gembara dapat menghadirkan Festival Keberagaman yang menampilkan seni tari, musik tradisional, hingga kuliner khas dari berbagai etnis yang hidup berdampingan di desa.

“Kami ingin menunjukkan bahwa dari keberagaman bisa lahir kesatuan. Seni dapat menjadi jembatan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan warga,” katanya.

Dengan komitmen menjadikan seni dan budaya sebagai salah satu pilar pembangunan, Desa Singa Gembara optimistis mampu tumbuh sebagai desa yang inklusif, harmonis, dan berdaya saing. Kekayaan identitas lokal yang berpadu dengan semangat hidup rukun antarwarga menjadikan Singa Gembara memiliki modal kuat untuk menjadi contoh desa berbasis budaya di Kutai Timur. (Adv/diskominfo_kutim)

Berita Terkait

Gedung Baru Tak Sejalan SDM, Puskesmas Batu Ampar Masih Kekurangan Dokter
Bupati Ardiansyah Buka BK Porprov Kurash Kaltim 2025
Kolaborasi Pemuda dan Desa, KNPI Kutim Resmikan Rumah Restorative Justice di Singa Gembara
Belajar Laporan Tanpa Tegang, DPPKB Kutim Bangun Budaya Kerja Akuntabel
Batu Ampar Diproyeksikan Jadi Lumbung Pangan, Pertanian dan Perkebunan Jadi Tulang Punggung Ekonomi Lokal
Audiensi Pemkab Kutim dengan Kemensos RI, Bahas Sekolah Rakyat
Pesta Karya Siswa SMPN 1 Sangatta Utara Tuai Apresiasi, Mahyunadi Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan di Kutim
Forkopimcam se-Kutim Diminta Perkuat Respon Cepat Isu Sosial dan Bencana

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 15:02 WITA

Gedung Baru Tak Sejalan SDM, Puskesmas Batu Ampar Masih Kekurangan Dokter

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:00 WITA

Bupati Ardiansyah Buka BK Porprov Kurash Kaltim 2025

Jumat, 12 Desember 2025 - 12:55 WITA

Kolaborasi Pemuda dan Desa, KNPI Kutim Resmikan Rumah Restorative Justice di Singa Gembara

Jumat, 12 Desember 2025 - 02:56 WITA

Belajar Laporan Tanpa Tegang, DPPKB Kutim Bangun Budaya Kerja Akuntabel

Kamis, 11 Desember 2025 - 14:10 WITA

Batu Ampar Diproyeksikan Jadi Lumbung Pangan, Pertanian dan Perkebunan Jadi Tulang Punggung Ekonomi Lokal

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:29 WITA

Pesta Karya Siswa SMPN 1 Sangatta Utara Tuai Apresiasi, Mahyunadi Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan di Kutim

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:23 WITA

Forkopimcam se-Kutim Diminta Perkuat Respon Cepat Isu Sosial dan Bencana

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:20 WITA

Ardiansyah Lepas Kontingen Softball-Baseball Kutim, Semangat Menuju Prakualifikasi Porprov

Berita Terbaru

Berita

Bupati Ardiansyah Buka BK Porprov Kurash Kaltim 2025

Jumat, 12 Des 2025 - 13:00 WITA