Belajar dari NTB, DPPKB Kutim Perkuat Sinergi untuk Turunkan Stunting

- Penulis

Senin, 11 November 2024 - 13:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upnusa, NUSA TENGGARA BARAT — Dalam rangka mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Kutai Timur, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim mengajak sejumlah camat untuk melakukan studi lapangan di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin, (11/11/2024). Kunjungan ini bertujuan mempelajari strategi sukses yang telah diterapkan NTB dalam mengatasi permasalahan stunting.

Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi B, menjelaskan bahwa studi ini bukan hanya untuk mengamati praktik terbaik, namun juga sebagai langkah awal dalam menyusun strategi konkret bagi Kutim. “Setelah melihat langsung praktik di lapangan, kami akan segera menyiapkan langkah-langkah tindak lanjut bersama para camat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat kecamatan. Sementara itu, DPPKB akan berperan sebagai sekretariat TPPS di tingkat kabupaten,” kata Achmad.

Achmad mengungkapkan, DPPKB Kutim akan mengadaptasi sejumlah strategi dari BKKBN NTB, namun tetap memperhatikan karakteristik unik di Kutim. “Kami akan fokus pada strategi yang relevan dengan kondisi di Kutim. Sementara hal-hal yang tidak sesuai akan dievaluasi agar menjadi program jangka panjang,” jelasnya.

 

Kunjungan ini juga menyoroti pentingnya pemanfaatan data risiko stunting pada tingkat kecamatan sebagai dasar penyusunan program yang tepat sasaran. Achmad menekankan bahwa pendekatan berbasis data adalah kunci untuk memastikan setiap langkah penanganan dapat lebih efektif dalam mengurangi angka stunting di wilayah Kutim.

“Kami berharap TPPS di setiap tingkatan, mulai dari kabupaten hingga desa, bisa aktif berperan dalam mengurangi stunting. Semua anggota TPPS perlu memahami tugas dan fungsinya, sehingga kolaborasi bisa berjalan maksimal,” ujarnya.

DPPKB Kutim juga mendorong perangkat daerah dalam TPPS untuk memperkuat sinergi antar-bidang. Achmad menyarankan agar perangkat daerah yang tergabung dalam TPPS melakukan studi tiru di wilayah lain yang berhasil menurunkan angka stunting. Hal ini diharapkan dapat membantu mereka memahami permasalahan secara menyeluruh di Kutim.

Baca Juga :  Ardiansyah Sulaiman Hadiri Puncak Harlah Muslimat NU ke-78, Momentum Penguatan Ketahanan Nasional

“Kolaborasi antar-pihak sering menjadi kendala dalam penanganan stunting. Dengan memperkuat sinergi ini, kami optimis target penurunan stunting di Kutim akan lebih mudah dicapai,” tambah Achmad.

Kepala BKKBN NTB, Dr. Lalu Makripuddin, menyambut baik kedatangan DPPKB Kutim. Menurutnya, inisiatif belajar dari pengalaman NTB adalah langkah strategis yang dapat membawa perubahan nyata. “Kami sangat menghargai semangat DPPKB Kutim untuk belajar dan bertukar pengalaman. Stunting bukan hanya masalah kesehatan tetapi juga masa depan generasi yang berkualitas,” ujar Lalu, yang didampingi Kepala DP3AP2KB NTB, Dra. Nunung Triningsih.

Dengan komitmen kuat dari TPPS di setiap tingkatan serta dukungan perangkat daerah dan adaptasi dari praktik terbaik NTB, Achmad berharap upaya DPPKB Kutim dalam menurunkan angka stunting dapat berjalan lebih efektif. Langkah ini juga diharapkan dapat menginspirasi daerah lain dalam menghadapi tantangan serupa. (Adv/admin_upnusa)

Berita Terkait

Gedung Baru Tak Sejalan SDM, Puskesmas Batu Ampar Masih Kekurangan Dokter
Bupati Ardiansyah Buka BK Porprov Kurash Kaltim 2025
Kolaborasi Pemuda dan Desa, KNPI Kutim Resmikan Rumah Restorative Justice di Singa Gembara
Belajar Laporan Tanpa Tegang, DPPKB Kutim Bangun Budaya Kerja Akuntabel
Batu Ampar Diproyeksikan Jadi Lumbung Pangan, Pertanian dan Perkebunan Jadi Tulang Punggung Ekonomi Lokal
Audiensi Pemkab Kutim dengan Kemensos RI, Bahas Sekolah Rakyat
Pesta Karya Siswa SMPN 1 Sangatta Utara Tuai Apresiasi, Mahyunadi Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan di Kutim
Forkopimcam se-Kutim Diminta Perkuat Respon Cepat Isu Sosial dan Bencana

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 15:02 WITA

Gedung Baru Tak Sejalan SDM, Puskesmas Batu Ampar Masih Kekurangan Dokter

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:00 WITA

Bupati Ardiansyah Buka BK Porprov Kurash Kaltim 2025

Jumat, 12 Desember 2025 - 12:55 WITA

Kolaborasi Pemuda dan Desa, KNPI Kutim Resmikan Rumah Restorative Justice di Singa Gembara

Jumat, 12 Desember 2025 - 02:56 WITA

Belajar Laporan Tanpa Tegang, DPPKB Kutim Bangun Budaya Kerja Akuntabel

Kamis, 11 Desember 2025 - 14:10 WITA

Batu Ampar Diproyeksikan Jadi Lumbung Pangan, Pertanian dan Perkebunan Jadi Tulang Punggung Ekonomi Lokal

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:29 WITA

Pesta Karya Siswa SMPN 1 Sangatta Utara Tuai Apresiasi, Mahyunadi Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan di Kutim

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:23 WITA

Forkopimcam se-Kutim Diminta Perkuat Respon Cepat Isu Sosial dan Bencana

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:20 WITA

Ardiansyah Lepas Kontingen Softball-Baseball Kutim, Semangat Menuju Prakualifikasi Porprov

Berita Terbaru

Berita

Bupati Ardiansyah Buka BK Porprov Kurash Kaltim 2025

Jumat, 12 Des 2025 - 13:00 WITA