Samarinda – Langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meluncurkan program “Gratispol” disambut positif oleh berbagai pihak. Namun, Ketua Fraksi PKB DPRD Kaltim, Damayanti, menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pembebasan biaya, tetapi juga pada kesiapan sarana prasarana dan kualitas sumber daya manusia.
Dalam peluncuran program yang berlangsung pada Senin (21/4/2025) di Convention Hall GOR Kadrie Oening, Damayanti menyatakan bahwa program ini merupakan wujud nyata dari janji kampanye kepala daerah. Namun, ia mengingatkan bahwa tanpa dukungan infrastruktur dan tenaga pendidik yang memadai, tujuan program tidak akan tercapai.
“Program Gratispol ini tidak hanya seremonial, namun harus berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Damayanti, yang lahir di Samarinda pada 18 Oktober 1982. Ia menambahkan bahwa pendidikan adalah hak setiap anak, sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945.
Program Gratispol mencakup enam layanan utama: pendidikan gratis hingga jenjang S3, pelayanan kesehatan bermutu gratis, seragam sekolah gratis, akses internet desa gratis, pembebasan biaya administrasi kepemilikan rumah, serta perjalanan ibadah gratis bagi marbot dan penjaga rumah ibadah.
Damayanti menekankan bahwa untuk mencapai Indonesia Emas, tidak cukup hanya dengan program gratis. “Peningkatan kualitas guru dan tenaga pendidik sangat penting. Tanpa mereka, pendidikan gratis tidak akan maksimal,” tegasnya.
Ia juga menyoroti perlunya evaluasi berkelanjutan terhadap program ini. “Kita harus memastikan bahwa program ini tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tambah Damayanti.
Peluncuran program Gratispol dihadiri oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Seno Aji, serta pimpinan dan anggota DPRD Kaltim. Acara tersebut juga diramaikan dengan berbagai kegiatan, termasuk penandatanganan kesepakatan dengan perguruan tinggi dan BPJS, serta penyerahan simbolis bantuan kepada masyarakat.
Dengan komitmen bersama antara pemerintah dan legislatif, diharapkan program Gratispol dapat menjadi langkah awal menuju peningkatan kualitas hidup masyarakat Kalimantan Timur.(ADV).















