Upnusa, SAMARINDA – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur, Achmad Junaidi, berencana membawa konsep kolaborasi pencegahan stunting yang dikembangkan di Kutim ke tingkat nasional.
Gagasan tersebut dijadwalkan akan dipaparkan langsung ke Istana Negara dan BKKBN pada Desember mendatang. Tujuannya jelas, menjadikan model kolaborasi ala Kutai Timur sebagai pilot project nasional.
Konsep yang diusung berangkat dari pendekatan jemput bola, di mana pemerintah tidak menunggu masalah datang, melainkan hadir langsung di tengah masyarakat. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menjangkau keluarga berisiko stunting hingga ke wilayah pedalaman.
Achmad Junaidi menilai, keberhasilan program di Kutim tidak lepas dari keterlibatan lintas sektor. Pemerintah daerah, desa, perusahaan, organisasi masyarakat, hingga relawan orang tua asuh bergerak bersama dalam satu tujuan yang sama.
Menurutnya, kolaborasi tersebut membuat intervensi menjadi lebih tepat sasaran karena berbasis data by name by address. Dengan data yang akurat, bantuan dan pendampingan dapat diberikan sesuai kebutuhan riil keluarga.
Pengalaman lapangan di Kecamatan Muara Ancalong menjadi salah satu contoh nyata. Di wilayah ini, strategi jemput bola mampu membuka persoalan laten seperti akses air bersih, sanitasi, dan pola asuh yang sebelumnya luput dari perhatian.
“Perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari kota besar. Dari desa dan kecamatan pun bisa, asalkan ada niat tulus dan keberanian untuk turun langsung,” kerap ditegaskan Junaidi dalam berbagai kesempatan.
Ia meyakini, jika konsep ini diterapkan secara nasional, percepatan penurunan stunting akan lebih terasa. Pemerintah pusat pun dapat memiliki model intervensi yang sudah teruji langsung di lapangan.
Bagi DPPKB Kutim, rencana membawa konsep ini ke tingkat nasional bukan sekadar kebanggaan daerah. Lebih dari itu, ini merupakan tanggung jawab moral untuk berbagi praktik baik demi kepentingan bangsa.
Dari Muara Ancalong untuk Indonesia, Achmad Junaidi membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana: keberanian untuk menjemput bola dan bekerja bersama demi masa depan generasi yang lebih sehat. (Adv/diskominfo_kutim)















