DPRD Kutim Minta SiLPA 1,4 T Jangan Mengendap, Pemerintah Harus Berakselerasi

- Penulis

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upnusa, SANGATTA – Tata kelola keuangan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menjadi pusat perhatian. Pada tahun anggaran 2025, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) diprediksi akan menyentuh angka yang sangat signifikan, yakni berkisar di angka Rp 1,4 triliun. Estimasi dana yang tidak terserap ini memicu kekhawatiran mengenai efektivitas eksekusi program pembangunan di daerah tersebut.

Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim) Jimmi, mengonfirmasi bahwa potensi penumpukan dana tersebut merupakan konsekuensi dari realisasi belanja daerah yang belum menyentuh target maksimal. Sejumlah proyek fisik maupun program kerja pemerintah yang meleset dari jadwal pelaksanaan menjadi penyumbang utama membengkaknya angka SiLPA ini.

Dalam keterangan yang diterima awak media pada Rabu (14/1/2026) kemarin, Jimmi membeberkan bahwa dari seluruh alokasi dana yang tersedia, terdapat sekitar Rp 1,8 triliun yang saat ini posisinya masih belum tersalurkan. Jika tren pelambatan ini berlanjut tanpa ada langkah konkret hingga akhir periode laporan, maka mayoritas dana tersebut secara otomatis akan tercatat sebagai sisa anggaran dalam neraca keuangan daerah.

“Proyeksinya memang di angka Rp 1,4 triliun. Angka itu akan terlihat jelas nantinya saat kita masuk ke pembahasan APBD Perubahan,” ujar Jimmi.

Terkait mekanisme pemanfaatan dana sisa tersebut, Jimmi menyebutkan bahwa daerah masih harus berkoordinasi dengan kebijakan pemerintah pusat. Keputusan mengenai apakah dana tersebut dapat langsung dikelola kembali oleh daerah atau melalui mekanisme penyaluran tertentu tetap mengikuti regulasi fiskal yang berlaku.

Lebih jauh, Jimmi menegaskan bahwa SiLPA dalam jumlah besar bukanlah sebuah prestasi. Ia mengingatkan pemerintah daerah agar tidak terjebak dalam pola penyerapan yang lamban. Baginya, setiap rupiah yang mengendap di kas daerah berarti ada peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat yang tertunda.

Baca Juga :  Bimtek Penguatan Fungsi BPD, Tingkatkan Pengawasan Penyelenggaraan Desa di Kutai Timur

Salah satu poin krusial yang ia soroti adalah keterlambatan pembayaran kepada pihak ketiga atau kontraktor pelaksana. Menurutnya, sektor ini adalah penggerak utama ekonomi lokal.

“Pihak ketiga memiliki peran vital dalam memutar roda ekonomi, khususnya bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Jika pembayaran terhambat, dampaknya terasa langsung ke pasar,” tegas politikus PKS tersebut.

Ditambahkan Jimmi, DPRD Kutim berkomitmen untuk memperketat fungsi pengawasan terhadap penggunaan SiLPA ke depan. Jimmi berharap pemerintah segera melakukan akselerasi agar dana triliunan rupiah tersebut tidak hanya menjadi angka di atas kertas, melainkan bertransformasi menjadi infrastruktur dan layanan publik yang nyata.

“Transparansi dan akuntabilitas menjadi syarat mutlak agar anggaran tahun 2025 memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Kutim secara menyeluruh,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Misi Kemanusiaan, Baznas Kutim Salurkan Bantuan Rp 76 Juta untuk Korban KDRT
Pelantikan BEM dan BPM STIPER Kutim, Teguhkan Integritas Organisasi
Gedung Baru Tak Sejalan SDM, Puskesmas Batu Ampar Masih Kekurangan Dokter
Bupati Ardiansyah Buka BK Porprov Kurash Kaltim 2025
Kolaborasi Pemuda dan Desa, KNPI Kutim Resmikan Rumah Restorative Justice di Singa Gembara
Belajar Laporan Tanpa Tegang, DPPKB Kutim Bangun Budaya Kerja Akuntabel
Batu Ampar Diproyeksikan Jadi Lumbung Pangan, Pertanian dan Perkebunan Jadi Tulang Punggung Ekonomi Lokal
Audiensi Pemkab Kutim dengan Kemensos RI, Bahas Sekolah Rakyat

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:26 WITA

Misi Kemanusiaan, Baznas Kutim Salurkan Bantuan Rp 76 Juta untuk Korban KDRT

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:24 WITA

DPRD Kutim Minta SiLPA 1,4 T Jangan Mengendap, Pemerintah Harus Berakselerasi

Selasa, 13 Januari 2026 - 05:29 WITA

Pelantikan BEM dan BPM STIPER Kutim, Teguhkan Integritas Organisasi

Jumat, 12 Desember 2025 - 15:02 WITA

Gedung Baru Tak Sejalan SDM, Puskesmas Batu Ampar Masih Kekurangan Dokter

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:00 WITA

Bupati Ardiansyah Buka BK Porprov Kurash Kaltim 2025

Jumat, 12 Desember 2025 - 02:56 WITA

Belajar Laporan Tanpa Tegang, DPPKB Kutim Bangun Budaya Kerja Akuntabel

Kamis, 11 Desember 2025 - 14:10 WITA

Batu Ampar Diproyeksikan Jadi Lumbung Pangan, Pertanian dan Perkebunan Jadi Tulang Punggung Ekonomi Lokal

Kamis, 11 Desember 2025 - 12:49 WITA

Audiensi Pemkab Kutim dengan Kemensos RI, Bahas Sekolah Rakyat

Berita Terbaru

Berita

Bupati Ardiansyah Buka BK Porprov Kurash Kaltim 2025

Jumat, 12 Des 2025 - 13:00 WITA