Upnusa, SANGATTA – Gelaran E-Sport Tournament Bupati Cup Kutai Timur (Kutim) 2025 resmi dibuka di Gedung Wanita Bukit Pelangi, Jumat (28/11/2025). Acara yang berlangsung meriah ini dibuka oleh Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, dan dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Dispora Basuki Isnawan, perwakilan KONI Kutim Rahman, Ketua Umum E-Sport Kutim Maswar, serta pengurus IESPA Kutim.
Mengangkat tema “Jembatan Digital Menuju Kutim Hebat”, turnamen ini diserbu antusias sekitar 150 peserta dari berbagai kecamatan. Kompetisi berlangsung selama empat hari hingga 1 Desember 2025, mempertandingkan dua kategori utama dengan total hadiah Rp 22 juta.
Dalam sambutannya, Mahyunadi menekankan bahwa e-sport kini telah bertransformasi menjadi industri yang menjanjikan. Ia menyebut olahraga digital bukan lagi sekadar hobi, tetapi peluang besar yang dapat dikembangkan generasi muda di era teknologi.
“E-sport adalah industri masa depan. Anak muda Kutim harus aktif sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi agar peluang ini bisa dimanfaatkan,” ujar Mahyunadi.
Ia menjelaskan bahwa dunia e-sport telah membuka jalan karier baru, mulai dari atlet profesional hingga kreator konten. Bahkan, Mahyunadi membagikan sedikit kisah pribadinya yang akrab dengan dunia game seperti PUBG, yang menurutnya dapat menjadi ruang interaksi positif dengan generasi muda.
Namun demikian, ia mengingatkan perlunya pengawasan dan literasi digital yang kuat. Menurutnya, teknologi harus membawa manfaat, bukan justru menimbulkan masalah baru seperti kecanduan gawai, akses ke konten negatif, atau maraknya judi online.
“Dari hobi bisa menjadi prestasi, dari prestasi melahirkan kebanggaan. Tapi semua itu harus dibangun dengan disiplin dan karakter yang kuat,” pesannya.
Mahyunadi juga menyinggung prestasi Kutim pada ajang POPDA, di mana atlet-atlet lokal berhasil menyumbang medali dan mengantar Kutim masuk lima besar. Ia menekankan pentingnya pembinaan atlet sejak dini serta komitmen untuk tidak lagi mengandalkan atlet dari luar daerah.
Ia bahkan membuka ruang bagi komunitas e-sport untuk mengajukan dukungan fasilitas kepada Dispora, mulai dari perangkat hingga jaringan.
Dari sisi penyelenggaraan, Ketua Panitia Aulia Rayhand Defgand menjelaskan bahwa turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat silaturahmi komunitas sekaligus menjaring talenta-talenta baru.
Perwakilan KONI Kutim, Rahman, menambahkan bahwa e-sport telah menjadi cabang olahraga resmi sehingga turnamen ini menjadi bagian penting dalam persiapan menuju kualifikasi tingkat Provinsi Kaltim.
Dengan dibukanya turnamen ini, Kutim menunjukkan keseriusannya memasuki era olahraga digital. Harapannya, ajang ini dapat melahirkan atlet muda yang kreatif, kompetitif, dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi, sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem e-sport di daerah. (Adv/diskominfo_kutim)















