Upnusa, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran keluarga melalui peluncuran gerakan yang mengajak para ayah terlibat lebih aktif dalam pendidikan anak. Melalui Surat Edaran Bupati Kutai Timur Nomor B-400.13.1/17677/BUP tertanggal 8 Desember 2025, Pemkab secara resmi mengimbau para ayah untuk hadir langsung ke sekolah saat pengambilan rapor anak.
Inisiatif ini muncul sebagai respons atas tingginya angka fatherless di Indonesia, yang mencapai 25,8 persen atau setara satu dari empat keluarga. Tingginya ketidakhadiran ayah dalam pola pengasuhan dinilai berdampak pada perkembangan anak, mulai dari capaian akademik, risiko perilaku agresif, hingga kecenderungan terlibat dalam tindakan berisiko.
Dalam surat edaran itu ditegaskan bahwa kehadiran ayah dalam momen sederhana, seperti mengambil rapor, merupakan langkah nyata untuk menegaskan dukungan dan perhatian terhadap proses belajar anak. Edaran tersebut ditujukan kepada seluruh perangkat daerah, instansi pemerintah, sekolah, serta orang tua di Kutim.
Ada empat poin yang ditekankan. Pertama, para ayah dianjurkan untuk mengambil rapor anak mulai jenjang PAUD hingga SMP secara langsung pada jadwal penyerahan rapor semester. Kedua, instansi pemerintah maupun swasta diminta memberikan dispensasi kepada karyawan lelaki yang melaksanakan gerakan ini, termasuk menyiapkan kebijakan internal yang mendukung peran ayah. Ketiga, pihak sekolah diarahkan untuk menyosialisasikan gerakan tersebut serta menyesuaikan jadwal pengambilan rapor agar memungkinkan partisipasi ayah. Keempat, aparat pendidikan selaku koordinator wilayah dan pengawas turut diminta memonitor dan melaporkan pelaksanaannya.
Gerakan ini mulai diberlakukan pada periode penyerahan rapor Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026, yang berlangsung pada Desember ini.
Tak hanya itu, pemerintah juga membuka ruang apresiasi bagi para ayah melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Para peserta dapat membagikan foto atau video saat mengambil rapor anak di Instagram menggunakan tagar #GATI dan #sekolahbersamaayah, serta menandai akun @kemendukbanga_bkkbn.
Melalui gerakan ini, Pemkab Kutim berharap tercipta budaya pengasuhan yang lebih setara antara ayah dan ibu, sekaligus memperkuat hubungan antara orang tua dan pihak sekolah. Diharapkan, langkah ini mampu meningkatkan kualitas pembelajaran serta menghadirkan lingkungan tumbuh kembang anak yang lebih sehat dan suportif.(adv/diskominfo_kutim)















