Upnusa, SANGATTA – Sebanyak 2.500 peserta yang lolos seleksi administrasi dari total 3.921 pelamar CPNS di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memulai tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Tes yang digelar oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim ini berlangsung di Gedung Computer Assisted Test (CAT) pada Selasa (5/11/2024).
Kepala BKPSDM Kutim, Misliansyah, menjelaskan bahwa pelaksanaan SKD tahun ini menjadi ajang kompetisi yang cukup ketat. Rata-rata sembilan pelamar harus bersaing untuk memperebutkan satu dari 280 formasi yang telah disetujui oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). “Tahun ini cukup menantang. Ada formasi yang diminati banyak peserta, sementara beberapa formasi lainnya tidak terisi pelamar sama sekali,” ujar Misliansyah.
Menurutnya, seluruh proses seleksi dilaksanakan secara transparan dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Hasil ujian langsung dapat dilihat oleh peserta di layar monitor setelah tes selesai. Hal ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kutim untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam seleksi CPNS.
“BKPSDM hanya berperan sebagai fasilitator. Kelulusan sepenuhnya bergantung pada hasil ujian masing-masing peserta. Sistem ini memastikan tidak ada manipulasi nilai,” tegas Misliansyah, yang juga dikenal dengan sapaan Ancah.
Tahun ini, formasi kesehatan dan teknis mendominasi kebutuhan CPNS di Kutim, sementara kebutuhan untuk guru menurun karena banyak posisi telah terisi melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sebelumnya. Kutim juga mengajukan formasi berdasarkan Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja (Anjab ABK), namun hanya 280 formasi yang disetujui oleh Kemenpan RB.
Dalam pelaksanaan SKD, protokol ketat diterapkan. Setiap peserta wajib melakukan konfirmasi kehadiran dan menitipkan barang-barang pribadi seperti ponsel, ikat pinggang, dan perhiasan di loker yang telah disediakan. Tes berlangsung selama enam hari, dengan empat sesi per hari, masing-masing diikuti oleh 100 peserta.
Seleksi ini diharapkan dapat menghasilkan pegawai negeri yang berkualitas untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan daerah. Dengan persaingan yang ketat dan transparansi dalam pelaksanaan, peserta yang lolos nantinya diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaik untuk meningkatkan pelayanan publik di Kutim. (Adv/admin_upnusa)















