Upnusa, SANGATTA – Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara terus memacu agenda pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat dengan menitikberatkan pada tiga fokus utama, yakni pemberdayaan ekonomi kerakyatan, penataan administrasi wilayah, serta peningkatan kesejahteraan sosial.
Camat Sangatta Utara, Hasdiah, mengungkapkan bahwa penguatan sektor ekonomi menjadi prioritas melalui pembinaan intensif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Upaya ini dilakukan dengan menggandeng berbagai instansi teknis agar pelaku usaha lokal mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses pasar.
“Pelaku UMKM secara rutin mengikuti pembinaan dari dinas terkait, dan pihak kecamatan berperan sebagai penghubung serta koordinator,” jelas Hasdiah.
Selain pembinaan teknis, dukungan juga datang dari peran aktif Tim Penggerak PKK, khususnya melalui program Unit Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Program ini dijalankan secara berjenjang mulai dari desa hingga kabupaten untuk memperkuat ekonomi keluarga.
Tak hanya fokus pada pelatihan, kecamatan juga berperan sebagai fasilitator pemasaran. Produk-produk UMKM lokal didorong untuk tampil dalam pameran, kegiatan promosi, hingga dihubungkan dengan kebutuhan kantor-kantor perangkat daerah.
Di bidang penataan wilayah, Sangatta Utara saat ini tengah memproses pemekaran tiga wilayah administratif yang masih berstatus desa persiapan. Hasdiah menegaskan bahwa status tersebut belum bersifat definitif sehingga seluruh administrasi kependudukan warganya masih berada di bawah Kecamatan Sangatta Utara.
“Karena masih desa persiapan, data kependudukan seperti NIK tetap tercatat di Sangatta Utara,” tegasnya.
Ia menambahkan, masa maksimal desa persiapan untuk menjadi desa definitif adalah dua tahun, meski prosesnya dapat menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat.
Sementara itu, aspek kesejahteraan sosial menjadi fokus strategis berikutnya. Pemerintah kecamatan memberikan perhatian khusus pada penanganan keluarga berisiko berdasarkan data dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB).
Ribuan keluarga masuk dalam kategori berisiko dengan beragam indikator, mulai dari keterbatasan akses air bersih dan sanitasi, ketiadaan drainase, status non-peserta KB, hingga berada pada kelompok ekonomi terendah.
“Data dari DPPKB akan kami tindak lanjuti dengan verifikasi ulang di lapangan agar penanganannya tepat sasaran,” pungkas Hasdiah.
Melalui tiga fokus strategis tersebut, Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara berupaya memastikan pembangunan berjalan seimbang antara pertumbuhan ekonomi, ketertiban administrasi wilayah, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. (Adv/diskominfo_kutim)















