Leny Susilawati: Akses Modal Harus Diperluas untuk UMKM di Kutai Timur

- Penulis

Selasa, 12 November 2024 - 22:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutai Timur, upnusakita.com – Tantangan utama yang dihadapi oleh pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kutai Timur, yakni kesulitan dalam mengakses modal, kembali menjadi sorotan Sekretaris Komisi B DPRD Kutai Timur, Leny Susilawati Anggraini. Menurut Leny, meskipun UMKM telah menjadi salah satu sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, banyak usaha kecil yang masih terbentur dengan keterbatasan modal.

“Kami di DPRD akan mendukung jika ada program pinjaman atau bantuan modal bagi pelaku UMKM, sehingga mereka bisa mengembangkan usaha dengan lebih baik,” ujar Leny beberapa waktu lalu, menegaskan komitmennya untuk mendukung perkembangan UMKM.

Pemerintah daerah diharapkan mampu menciptakan kebijakan yang mempermudah akses permodalan bagi pelaku UMKM. Menurut Leny, hal ini bisa dilakukan melalui program-program bantuan modal maupun skema pinjaman lunak yang dapat membantu pelaku usaha kecil untuk memperluas dan meningkatkan produktivitas.

“Kami berharap UMKM di Kutim bisa terus maju dan berkembang. Dengan pendampingan yang baik, semoga mereka bisa lebih mandiri dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tambah politisi dari Partai NasDem ini.

Data dari Satu Data Kalimantan Timur menunjukkan pertumbuhan signifikan jumlah UMKM di Kutai Timur. Pada tahun 2021, tercatat sebanyak 334.483 unit usaha mikro kecil, meningkat menjadi 341.157 unit pada tahun 2022, dan melonjak hingga 429.939 unit pada tahun 2023. Usaha kecil juga tumbuh dari 9.459 unit pada tahun 2021 menjadi 28.073 unit pada 2023. Sedangkan usaha menengah, dari 598 unit di tahun 2021, berkembang menjadi 2.135 unit pada tahun 2023.

Leny juga menyoroti pentingnya pendampingan yang efektif. Dengan pendampingan dan evaluasi berkala, UMKM tidak hanya akan berkembang tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Ia berharap, dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan DPRD, kebijakan terkait permodalan ini bisa direalisasikan secepatnya. (adv)

Baca Juga :  Prayunita Utami: Mendengarkan Aspirasi Masyarakat adalah Landasan Kebijakan yang Tepat

Berita Terkait

PKS Kaltim Gelar Muswil ke-VI, Siap Jadi Mitra Strategis Pembangunan dan IKN
PKS Kaltim Umumkan Pengurus DPD, Mantapkan Langkah Menuju Pemilu 2029
Maksimalkan Dukungan APBD untuk Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kutim
Perlu Evaluasi dan Partisipasi dalam Proyek Infrastruktur Akses Masyarakat di Kutai Timur
Yusuf T. Silambi Minta Evaluasi Serius terhadap Proyek Infrastruktur di Kutai Timur
Pandi Widiarto: Desa-Desa di Kutai Timur Butuh Infrastruktur yang Layak
Yusuf T. Silambi: Transparansi Adalah Pilar Pemerintahan yang Akuntabel
Penguatan Program Perlindungan Sosial Juga Jadi Tanggung Jawab Pemerintah Daerah

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 15:02 WITA

Gedung Baru Tak Sejalan SDM, Puskesmas Batu Ampar Masih Kekurangan Dokter

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:00 WITA

Bupati Ardiansyah Buka BK Porprov Kurash Kaltim 2025

Jumat, 12 Desember 2025 - 12:55 WITA

Kolaborasi Pemuda dan Desa, KNPI Kutim Resmikan Rumah Restorative Justice di Singa Gembara

Jumat, 12 Desember 2025 - 02:56 WITA

Belajar Laporan Tanpa Tegang, DPPKB Kutim Bangun Budaya Kerja Akuntabel

Kamis, 11 Desember 2025 - 14:10 WITA

Batu Ampar Diproyeksikan Jadi Lumbung Pangan, Pertanian dan Perkebunan Jadi Tulang Punggung Ekonomi Lokal

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:29 WITA

Pesta Karya Siswa SMPN 1 Sangatta Utara Tuai Apresiasi, Mahyunadi Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan di Kutim

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:23 WITA

Forkopimcam se-Kutim Diminta Perkuat Respon Cepat Isu Sosial dan Bencana

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:20 WITA

Ardiansyah Lepas Kontingen Softball-Baseball Kutim, Semangat Menuju Prakualifikasi Porprov

Berita Terbaru

Berita

Bupati Ardiansyah Buka BK Porprov Kurash Kaltim 2025

Jumat, 12 Des 2025 - 13:00 WITA