Yusuf T. Silambi Dukung Sistem Reward and Punishment untuk Reformasi Kinerja ASN

- Penulis

Minggu, 17 November 2024 - 06:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutai Timur, upnusakita.com – Dalam upaya meningkatkan kinerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintahan Kutai Timur, Yusuf T. Silambi, anggota DPRD Kutai Timur, mendorong penerapan sistem reward and punishment. Dalam wawancara via telepon pada Selasa (17/11/2024), Yusuf menegaskan bahwa sistem ini dapat membantu menciptakan iklim kerja yang lebih produktif, kompetitif, dan bertanggung jawab.

“Pegawai yang menunjukkan kinerja baik dan berkontribusi positif seharusnya mendapatkan penghargaan yang layak, sementara pegawai yang tak memenuhi target perlu diberikan pembinaan agar mereka dapat meningkatkan kualitas kerja,” ujar Yusuf.

Yusuf menjelaskan bahwa penghargaan atau reward bisa diberikan dalam berbagai bentuk, seperti insentif finansial, pengakuan atas prestasi, atau kenaikan pangkat. Menurutnya, penghargaan semacam ini tidak hanya meningkatkan motivasi pegawai untuk bekerja lebih baik, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan kompetitif.

Namun, ia juga menekankan pentingnya punishment untuk memastikan akuntabilitas di lingkungan kerja. Yusuf menjelaskan bahwa punishment tidak harus berupa sanksi berat, tetapi lebih kepada pendekatan pembinaan atau pelatihan tambahan untuk pegawai yang belum mencapai target kinerja yang diharapkan.

“Punishment bukan berarti menjatuhkan sanksi berat, melainkan memberikan pembinaan atau pelatihan tambahan untuk pegawai yang kurang berprestasi,” tambahnya.

Untuk memastikan sistem ini berjalan efektif, Yusuf menegaskan perlunya evaluasi kinerja yang dilakukan secara objektif dan komprehensif. Ia menyebutkan bahwa penilaian kinerja harus mempertimbangkan berbagai aspek yang relevan dengan tanggung jawab dan tugas masing-masing pegawai.

Ia juga mengajak seluruh instansi pemerintahan di Kutai Timur untuk bekerja sama dalam menerapkan sistem ini. Menurut Yusuf, kolaborasi antara pimpinan dan pegawai sangat penting untuk menciptakan pemahaman yang sama dan memastikan implementasi sistem ini berjalan lancar.

Baca Juga :  rayunita Utami Prioritaskan Pemberdayaan Perempuan Demi Kemandirian Ekonomi

“Penting untuk membangun pemahaman yang sama di antara pimpinan dan pegawai. Ketika semua pihak sepakat untuk menerapkan sistem ini, maka hasilnya akan lebih optimal,” jelas Yusuf.

Lebih lanjut, Yusuf berharap bahwa sistem ini dapat membantu menciptakan budaya kerja yang lebih baik di kalangan ASN. Dengan penghargaan dan pembinaan yang jelas, pegawai akan lebih bertanggung jawab atas tugas yang mereka emban, meningkatkan loyalitas, dan memperkuat dedikasi terhadap organisasi.

“Dengan adanya penghargaan dan pembinaan yang jelas, pegawai akan merasa lebih bertanggung jawab atas tugas yang diberikan. Ini termasuk membangun loyalitas dan dedikasi mereka terhadap organisasi,” ujarnya.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi ASN dalam melayani masyarakat, Yusuf optimistis bahwa penerapan sistem reward and punishment akan membawa dampak positif jangka panjang. Sistem ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pegawai, tetapi juga memperbaiki kualitas pelayanan publik.

Sebagai penutup, Yusuf menyerukan agar pemerintah Kutai Timur segera merealisasikan sistem ini. Ia yakin bahwa langkah ini akan mendorong terciptanya pemerintahan yang lebih profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (ADV)

Berita Terkait

PKS Kaltim Gelar Muswil ke-VI, Siap Jadi Mitra Strategis Pembangunan dan IKN
PKS Kaltim Umumkan Pengurus DPD, Mantapkan Langkah Menuju Pemilu 2029
Maksimalkan Dukungan APBD untuk Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kutim
Perlu Evaluasi dan Partisipasi dalam Proyek Infrastruktur Akses Masyarakat di Kutai Timur
Yusuf T. Silambi Minta Evaluasi Serius terhadap Proyek Infrastruktur di Kutai Timur
Pandi Widiarto: Desa-Desa di Kutai Timur Butuh Infrastruktur yang Layak
Yusuf T. Silambi: Transparansi Adalah Pilar Pemerintahan yang Akuntabel
Penguatan Program Perlindungan Sosial Juga Jadi Tanggung Jawab Pemerintah Daerah

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 15:02 WITA

Gedung Baru Tak Sejalan SDM, Puskesmas Batu Ampar Masih Kekurangan Dokter

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:00 WITA

Bupati Ardiansyah Buka BK Porprov Kurash Kaltim 2025

Jumat, 12 Desember 2025 - 12:55 WITA

Kolaborasi Pemuda dan Desa, KNPI Kutim Resmikan Rumah Restorative Justice di Singa Gembara

Jumat, 12 Desember 2025 - 02:56 WITA

Belajar Laporan Tanpa Tegang, DPPKB Kutim Bangun Budaya Kerja Akuntabel

Kamis, 11 Desember 2025 - 14:10 WITA

Batu Ampar Diproyeksikan Jadi Lumbung Pangan, Pertanian dan Perkebunan Jadi Tulang Punggung Ekonomi Lokal

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:29 WITA

Pesta Karya Siswa SMPN 1 Sangatta Utara Tuai Apresiasi, Mahyunadi Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan di Kutim

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:23 WITA

Forkopimcam se-Kutim Diminta Perkuat Respon Cepat Isu Sosial dan Bencana

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:20 WITA

Ardiansyah Lepas Kontingen Softball-Baseball Kutim, Semangat Menuju Prakualifikasi Porprov

Berita Terbaru

Berita

Bupati Ardiansyah Buka BK Porprov Kurash Kaltim 2025

Jumat, 12 Des 2025 - 13:00 WITA