Pemekaran Kabupaten Kutai Utara: Tantangan Moratorium dan Harapan Pembangunan

- Penulis

Jumat, 8 November 2024 - 23:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sangatta, upnusakita.com – Pemekaran Kabupaten Kutai Utara menjadi topik yang terus didorong di Kutai Timur, meskipun terkendala oleh moratorium yang diberlakukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Timur, Rizali Hadi, menyatakan bahwa secara administratif dan teknis, pembentukan DOB Kutai Utara sudah siap. “Kutai Utara sudah siap (secara administratif dan teknis), namun moratorium dari Kemendagri yang menjadi hambatan utama,” jelas Rizali.

Wilayah Kutai Utara yang diusulkan mencakup delapan kecamatan: Muara Wahau, Muara Bengkal, Muara Ancalong, Busang, Long Mesangat, Telen, Kombeng, dan Batu Ampar. Dengan wilayah yang luas dan beragam, pemekaran ini diharapkan mampu mempermudah pembangunan dan mempercepat akses pelayanan publik. Rizali menekankan bahwa posisi Kutai Timur sebagai salah satu wilayah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menambah urgensi pemekaran ini. “Dengan luas wilayah yang sangat besar, pemekaran akan mempermudah percepatan pembangunan di seluruh wilayah Kalimantan Timur, khususnya di Kutai Timur,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga siap memberikan dukungan administrasi dan keuangan untuk proses pembentukan DOB. Namun, dukungan legislatif dan persetujuan dari pemangku kepentingan di tingkat pusat tetap menjadi komponen krusial yang harus dipenuhi.

Di samping itu, wilayah Sangkulirang juga diusulkan menjadi DOB yang mencakup lima kecamatan: Sangkulirang, Sandaran, Karangan, Kaubun, dan Kaliorang. Namun, jumlah penduduk yang belum memenuhi syarat minimal 143.581 jiwa menjadi kendala utama yang dihadapi dalam pembentukan DOB Sangkulirang.

Anggota Komisi A DPRD Kutai Timur, Bambang Bagus Wondo Saputra, turut menyoroti kebutuhan mendesak akan pemekaran ini, terutama untuk pembangunan di Daerah Pemilihan 4 (Dapil 4). “Kita memerlukan pembangunan rumah sakit yang memadai di Dapil 4. Akses kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil perlu ditingkatkan agar mereka tidak harus menempuh jarak yang jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” ujarnya.

Baca Juga :  Ajakan Wakil Ketua II DPRD Kutai Timur untuk Pemuda: Bangkit dan Berpolitik

Selain sektor kesehatan, Bambang juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan. “Pendidikan juga harus menjadi prioritas, mengingat jumlah penduduk terus bertambah dan perkembangan daerah semakin pesat. Kita memerlukan sekolah-sekolah yang berkualitas serta kesejahteraan yang layak bagi para guru,” jelasnya.

Bambang juga menekankan bahwa perhatian lebih harus diberikan pada kesejahteraan tenaga pendidik dan medis. “Kesejahteraan para guru dan tenaga medis harus menjadi perhatian, terutama di akhir tahun ini. Mereka adalah ujung tombak pelayanan bagi masyarakat, jadi sudah sepantasnya diperhatikan kesejahteraannya,” tegasnya.

Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat mendorong realisasi pemekaran ini, meskipun tantangan moratorium masih menjadi hambatan. Baik Rizali maupun Bambang optimis bahwa pemekaran akan membawa dampak positif dalam hal pemerataan pembangunan dan peningkatan layanan publik di Kutai Timur, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah. (ADV)

Berita Terkait

PKS Kaltim Gelar Muswil ke-VI, Siap Jadi Mitra Strategis Pembangunan dan IKN
PKS Kaltim Umumkan Pengurus DPD, Mantapkan Langkah Menuju Pemilu 2029
Maksimalkan Dukungan APBD untuk Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kutim
Perlu Evaluasi dan Partisipasi dalam Proyek Infrastruktur Akses Masyarakat di Kutai Timur
Yusuf T. Silambi Minta Evaluasi Serius terhadap Proyek Infrastruktur di Kutai Timur
Pandi Widiarto: Desa-Desa di Kutai Timur Butuh Infrastruktur yang Layak
Yusuf T. Silambi: Transparansi Adalah Pilar Pemerintahan yang Akuntabel
Penguatan Program Perlindungan Sosial Juga Jadi Tanggung Jawab Pemerintah Daerah

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 15:02 WITA

Gedung Baru Tak Sejalan SDM, Puskesmas Batu Ampar Masih Kekurangan Dokter

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:00 WITA

Bupati Ardiansyah Buka BK Porprov Kurash Kaltim 2025

Jumat, 12 Desember 2025 - 12:55 WITA

Kolaborasi Pemuda dan Desa, KNPI Kutim Resmikan Rumah Restorative Justice di Singa Gembara

Jumat, 12 Desember 2025 - 02:56 WITA

Belajar Laporan Tanpa Tegang, DPPKB Kutim Bangun Budaya Kerja Akuntabel

Kamis, 11 Desember 2025 - 14:10 WITA

Batu Ampar Diproyeksikan Jadi Lumbung Pangan, Pertanian dan Perkebunan Jadi Tulang Punggung Ekonomi Lokal

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:29 WITA

Pesta Karya Siswa SMPN 1 Sangatta Utara Tuai Apresiasi, Mahyunadi Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan di Kutim

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:23 WITA

Forkopimcam se-Kutim Diminta Perkuat Respon Cepat Isu Sosial dan Bencana

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:20 WITA

Ardiansyah Lepas Kontingen Softball-Baseball Kutim, Semangat Menuju Prakualifikasi Porprov

Berita Terbaru

Berita

Bupati Ardiansyah Buka BK Porprov Kurash Kaltim 2025

Jumat, 12 Des 2025 - 13:00 WITA