Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur dari Fraksi PKS, Agusriansyah Ridwan, kembali menekankan pentingnya transformasi kebijakan pariwisata daerah dengan pendekatan insentif dan sinergi antar kelembagaan. Dalam pertemuan di Gedung E DPRD Kaltim pada Senin (5/5/2025), ia mengusulkan agar pariwisata di Kabupaten Berau diperkuat melalui mekanisme subsidi, insentif, serta konsolidasi pelaku lokal.
Menurutnya, wisata di Berau akan lebih inklusif jika pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diberi akses lebih mudah terhadap investasi. Ia juga menyarankan pemberian subsidi untuk pengelola wisata agar layanan pariwisata bisa lebih murah dan kompetitif.
“Kita ingin menciptakan wisata yang ramah di kantong, tanpa mengorbankan kualitas. Maka, pelaku lokal harus difasilitasi lewat insentif ataupun skema subsidi,” ujar Agusriansyah.
Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama antara Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kolaborasi ini, menurutnya, menjadi ujung tombak pengelolaan destinasi wisata secara mandiri dan profesional.
“Pokdarwis bisa menjalankan program wisata, sementara BUMDes berperan dalam pengelolaan dan pembiayaan. Kuncinya adalah konsolidasi dan sinergi,” jelasnya.
Wilayah Berau, yang memiliki potensi besar lewat keindahan destinasi seperti Derawan dan Labuan Cermin, dinilai masih memerlukan intervensi kebijakan agar bisa bersaing secara nasional. Infrastruktur, aksesibilitas, dan kualitas SDM disebut sebagai tantangan yang belum teratasi secara optimal.
Agusriansyah berharap langkah konkret dapat diambil segera, agar keberadaan wisata di Berau tidak hanya menjadi komoditas ekonomi, tetapi juga alat pemberdayaan sosial.
“Dengan model pembangunan wisata berbasis komunitas dan kebijakan yang berpihak, saya yakin Berau bisa jadi contoh pengelolaan wisata berkelanjutan,” tutupnya. (ADV).















