Hartono: Kekurangan Dokter Spesialis di PPU dan Paser Mendesak Diatasi

- Penulis

Rabu, 2 Juli 2025 - 07:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hartono Basuki, anggota Komisi IV DPRD Kaltim saat diwawancarai di Ruang Kerjanya di Kantor DPRD Kaltim,

Hartono Basuki, anggota Komisi IV DPRD Kaltim saat diwawancarai di Ruang Kerjanya di Kantor DPRD Kaltim,

Samarinda – “Bukan hanya soal fasilitas, tapi siapa yang menjalankannya.” Begitu ungkapan tegas Hartono Basuki, anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, saat menyoroti krisis tenaga kesehatan—khususnya dokter spesialis—di wilayah Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser.

Dalam pernyataannya pada Senin (30/6/2025) yang lalu, Hartono menilai minimnya jumlah dokter spesialis di dua kabupaten tersebut sudah berlangsung lama tanpa ada penyelesaian konkret dari Pemerintah Provinsi. Ia menyebut, tanpa sumber daya manusia yang memadai, pelayanan kesehatan sulit berkembang meskipun infrastruktur rumah sakit telah dibangun.

“Kita masih kekurangan dokter spesialis di PPU dan Paser. Ini sudah lama terjadi dan belum ada penyelesaian yang konkret,” ujarnya dari ruang kerjanya di Gedung DPRD Kaltim.

Hartono menceritakan pengalaman saat menjabat di PPU, ketika pemerintah daerah berupaya membiayai pendidikan dokter untuk mengambil spesialisasi dengan harapan mereka kembali mengabdi di daerah asal. Namun hasilnya tidak sesuai harapan.

“Waktu dulu saya di PPU, kita sekolahkan dokter untuk ambil spesialis, tapi nyatanya banyak yang tidak mau balik. Daerah seperti PPU dan Paser dianggap tidak menarik karena termasuk kawasan 3T (tertinggal, terdepan, terluar),” katanya.

Akibat kekurangan dokter spesialis ini, pasien dengan kondisi serius masih harus dirujuk ke rumah sakit di Balikpapan atau Samarinda. Proses ini tentu memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit, serta menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien dan keluarganya.

Hartono mendesak agar Pemprov Kaltim segera mengambil langkah strategis, salah satunya dengan menyediakan insentif dan jaminan karier bagi dokter yang bersedia mengabdi di wilayah 3T.

“Kalau tidak ada insentif atau jaminan yang memadai, mereka tidak akan mau tinggal dan bekerja di daerah. Ini tantangan kita bersama, terutama provinsi harus ambil bagian besar,” tegasnya.

Baca Juga :  Ekti Dukung Rencana PLTA 300 MW, Dorong Pemerataan Energi di Mahulu

Ia juga mengusulkan agar ada pola kerja sama baru antara pemerintah daerah, rumah sakit pendidikan, dan instansi pusat untuk menjamin distribusi tenaga kesehatan yang lebih merata. Sistem yang terintegrasi menurutnya akan menciptakan ekosistem kesehatan yang berkelanjutan di daerah-daerah yang selama ini tertinggal.

Dengan meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan di Kalimantan Timur, terutama sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), pemerataan tenaga medis menjadi faktor krusial dalam memperkuat sektor kesehatan daerah. (ADV).

Berita Terkait

H. Baba: Daya Tampung SMA Negeri Balikpapan Hanya 51 Persen
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim: Balikpapan Perlu Solusi Air Bersih dan Penerangan
Firnadi Dorong Korporasi Ternak Desa Kembangkan Ekonomi Kukar
Firnadi Dukung Kolaborasi BUMD dan Industri Tambang Kaltim
Firnadi Ikhsan Dukung Pengalihan Jalur Tambang ke Sungai
Hari Bhayangkara ke-79, Firnadi Ikhsan Harap Polri Semakin Humanis
Gratispol Disorot, Sarkowi Dorong Transparansi dan Dialog Publik
Sarkowi: Pendidikan Harus Jadi Arah Baru Pembangunan Kaltim

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:56 WITA

IKAWANGI Kutim Perkuat Kebersamaan Lewat Kurban Satu Ekor Sapi 

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:06 WITA

Tiga Kandidat Berebut Kursi Ketua Kadin Kutim dalam Mukab V 

Selasa, 28 April 2026 - 00:11 WITA

Bawaslu Kutim Buka Pendaftaran Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 09:09 WITA

Forum OSIS Kutim Resmi Dilantik, Siap Kolaborasi Antar Osis Se-Kutim

Senin, 20 April 2026 - 06:23 WITA

Bawa Misi Keterwakilan Perempuan, Charolina Laoh Daftar Calon Ketua KADIN Kutim

Senin, 13 April 2026 - 04:18 WITA

Penerimaan Mahasiswa Baru STIPER Kutai Timur sudah terbuka mulai tanggal 1 Maret sampai 31 Juli 2026

Sabtu, 28 Maret 2026 - 02:37 WITA

Berbekal Pengalaman di Sektor Investasi, Saiful Ahmad Bidik Kursi Kepala DPMPTSP

Senin, 2 Maret 2026 - 01:21 WITA

340 Peserta Ikuti OSMB dan PKBJJ UT, Siapkan Generasi Tangguh Kutim

Berita Terbaru