Samarinda – “Jangan hanya siapkan fisik, tapi juga pikirkan teknisnya.” Demikian pesan tegas Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Andi Satya Adi Saputra, terkait tingginya jumlah calon jemaah haji lansia dari wilayah Kalimantan Timur tahun ini.
Dari sekitar 6.000 jemaah yang berangkat melalui Embarkasi Balikpapan, sekitar 45 persen di antaranya tergolong lanjut usia. Kondisi ini mendorong DPRD Kaltim untuk meminta perhatian khusus dari seluruh pihak terkait, agar para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman, terutama karena haji 2025 merupakan musim terakhir yang berlangsung di musim panas.
“Ini musim terakhir yang panas sebelum 17 tahun ke depan bergeser ke musim dingin. Lansia sangat rentan terkena heat stroke, kelelahan, atau dehidrasi. Kita harus siapkan dengan matang,” ujarnya saat diwawancarai di Gedung E DPRD Kaltim, Rabu (30/4/2025) kemaren.
Andi Satya menegaskan pentingnya kesiapan tim medis sejak sebelum keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi. Penanganan cepat dan pencegahan dini disebut menjadi kunci agar jemaah lansia tetap sehat selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
“Tim medis harus betul-betul disiapkan secara maksimal. Kalau tidak siap, bisa fatal,” katanya.
Selain aspek medis, Andi juga menyoroti pentingnya edukasi teknis non-ibadah bagi para lansia. Ia menyebut banyak dari mereka yang baru pertama kali bepergian jauh, bahkan naik pesawat atau tinggal di hotel.
“Kadang ada jemaah yang belum paham cara pakai toilet pesawat atau membuka pintu kamar hotel. Hal-hal kecil tapi penting ini harus dijelaskan sejak manasik,” ujarnya menekankan.
Tak kalah penting, ia juga meminta panitia memastikan kelengkapan vaksinasi para jemaah. Tahun ini, selain vaksin meningitis, Pemerintah Arab Saudi juga mewajibkan vaksin polio bagi seluruh calon jemaah.
“Jangan sampai ada yang terlewat. Vaksin polio sekarang juga diwajibkan, ini harus dikawal betul,” tegasnya.
Ia berharap seluruh elemen penyelenggara haji, mulai dari Kementerian Agama, Dinas Kesehatan, hingga rumah sakit rujukan, dapat bersinergi memberikan pelayanan terbaik. Kesiapan menyeluruh menjadi kunci utama agar para jemaah, khususnya lansia dari Kalimantan Timur, dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan penuh kekhusyukan.
“Harus ada kesiapan total, dari kesehatan sampai edukasi teknis. Ini demi keselamatan dan kenyamanan mereka di Tanah Suci,” tutup Andi Satya. (Adv).















