Samarinda – Janji Presiden Prabowo Subianto untuk memangkas biaya haji agar lebih murah dibanding Malaysia menuai sambutan positif dari anggota DPRD Kaltim, Damayanti. Politisi PKB ini menyebut rencana tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap umat dan langkah berani memperbaiki sistem yang selama ini penuh keluhan.
Beberapa waktu lalu, Damayanti mengapresiasi rencana pembentukan Badan Pengelola Haji (BP Haji) dan pembangunan perkampungan haji di Mekkah sebagai strategi menurunkan ongkos haji, khususnya dari aspek akomodasi. Ia menyatakan bahwa inisiatif ini dapat mengatasi masalah klasik seperti biaya tinggi, antrean panjang, serta layanan yang tidak sesuai ekspektasi.
“Tentu kami wakil rakyat menyambut baik keinginan Presiden,” kata Damayanti, seraya menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola penyelenggaraan haji.
Ia merinci bahwa pada tahun 2025, biaya perjalanan haji mencapai Rp89,41 juta per jemaah, dengan porsi pembayaran langsung sebesar Rp55,43 juta. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding Malaysia yang hanya menetapkan Rp36,3 juta bagi jemaah berpenghasilan rendah.
“Banyak masyarakat yang sudah menabung sejak lama, tapi saat berangkat mereka kecewa karena fasilitas yang dijanjikan tidak sesuai harapan. Ini jelas sangat disayangkan. Maka, pembentukan BP Haji ini diharapkan bisa membawa perbaikan besar,” tegas Damayanti.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana haji. Menurutnya, BP Haji harus menjadi lembaga profesional yang tidak hanya efisien secara finansial, tetapi juga maksimal dalam pelayanan.
“Kita ingin jemaah merasa aman, nyaman, dan terlayani dengan baik. Jangan sampai ibadah yang seharusnya menjadi momen sakral justru tercoreng karena masalah teknis dan manajerial,” tambah Damayanti.
Sebagai Ketua Fraksi PKB dan anggota Komisi IV DPRD Kaltim, ia juga menyuarakan pentingnya kehadiran BP Haji di daerah-daerah agar pelayanan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Ini bukan hanya soal sistem, tapi soal keadilan dan pelayanan terhadap rakyat. Haji bukan sekadar perjalanan, tapi ibadah yang harus disiapkan dengan baik, termasuk dari sisi penyelenggaraannya,” pungkasnya. (ADV).















