Samarinda – Ketimpangan akses pendidikan di Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan. Program Sekolah Rakyat dari Kementerian Sosial RI yang bertujuan menjangkau kelompok marjinal dan pelosok terpencil baru akan dijalankan di satu dari 10 kabupaten/kota. Hanya Kota Samarinda yang dinyatakan siap, kondisi ini memicu keprihatinan dari Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi.
“Dari 10 kabupaten/kota, baru Samarinda yang siap. Ini harus jadi perhatian serius Pemprov. Jangan sampai peluang meningkatkan SDM terbuang sia-sia,” ujar Darlis pada Jumat (23/5/2025) yang lalu.
Menurutnya, Program Sekolah Rakyat bukan hanya solusi sementara, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam menyediakan pendidikan bagi warga yang selama ini terpinggirkan oleh sistem formal. Ia menekankan bahwa program ini tak hanya menyasar akses belajar, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan hidup, dan memperkuat literasi sosial di masyarakat akar rumput.
“Pemprov melalui Dinas Pendidikan harus turun langsung, bukan hanya menunggu inisiatif pemda. Kolaborasi dan pendampingan teknis sangat dibutuhkan agar daerah lain segera memenuhi syarat,” ujarnya.
Darlis menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Tanpa dorongan aktif dari Pemprov, banyak daerah akan kesulitan memenuhi persyaratan teknis dan administratif yang dibutuhkan untuk mengoperasikan program tersebut.
“Jika tidak ada gerak cepat, ketimpangan pendidikan akan terus melebar. Program seperti ini adalah momentum emas yang tidak boleh terulang,” lanjutnya dengan nada tegas.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat sangat bergantung pada kemauan politik dan kesiapan logistik di tingkat daerah. Karenanya, Darlis mendorong Dinas Pendidikan Provinsi untuk lebih proaktif dalam mengawal dan memfasilitasi implementasi di kabupaten/kota lain.
Ia menutup pernyataannya dengan ajakan kepada seluruh pemangku kebijakan untuk bergotong royong. Semangat kolaborasi, menurutnya, akan menjadi fondasi kuat agar Sekolah Rakyat dapat menjangkau seluruh pelosok Kalimantan Timur dan benar-benar menjadi jembatan bagi masyarakat miskin dalam meraih pendidikan yang layak. (ADV).















