Samarinda – Sulasih, Sekretaris Fraksi PKB DPRD Kaltim, menyerukan agar perempuan di daerah Dapil Kutim, Berau, dan Bontang tak gagap politik: harus bersuara, berkarya, dan mengambil peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pernyataan tegas disampaikan Sulasih saat menghadiri sebuah forum kebangsaan di Samarinda. Ia menekankan, perempuan bukan sekadar objek, tetapi subjek perubahan politik.
“Saya minta agar perempuan di Kaltim tak buta politik. Jangan hanya menonton dari pinggir, tapi ikut menuliskan cerita bangsa ini,” ujarnya tegas, saat dihubungi media ini, Rabu (23/4/2025).
Sulasih juga mendorong perempuan untuk terlibat aktif di setiap jenjang demokrasi—mulai dari pemilu, partisipasi publik, hingga pengambilan kebijakan.
Dengan landasan itu, Sulasih juga menyinggung peran perempuan dalam kesejahteraan daerah. Ia menekankan, partisipasi politik perempuan bukan hanya memenuhi kuota, tetapi memperkuat representasi dan menyediakan perspektif yang lebih inklusif. Tujuannya adalah agar suara perempuan benar-benar diperhitungkan dalam perumusan kebijakan, terutama di bidang sosial dan ekonomi.
Lebih lanjut, Sulasih menegaskan bahwa perempuan di Dapil Kutim, Berau, dan Bontang punya tanggung jawab ganda: merawat keluarga sambil merawat demokrasi. Ia memandang keberadaan perempuan di ranah publik sebagai tuntutan zaman. Program kaderisasi dan pelatihan politik bagi perempuan pun menjadi prioritas Fraksi PKB.
Pendekatan ini mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat setempat. Sejumlah tokoh perempuan lokal menyatakan bahwa dorongan seperti ini dapat meningkatkan kualitas demokrasi. “Dorongan dari Pemimpin Parlemen seperti Sulasih sangat penting untuk membangkitkan kembali antusiasme perempuan dalam politik,” ujar salah satu tokoh dari Kutim.
Kebijakan inklusif seperti ini juga sejalan dengan tren nasional yang mendorong peningkatan peran perempuan dalam posisi publik. Data menunjukkan bahwa representasi politik perempuan di legislatif belum mencapai angka ideal, dan Kaltim butuh dorongan nyata agar perempuan terlibat lebih aktif dalam arena politik daerah dan nasional.
Sebagai penutup, Sulasih menegaskan kembali pentingnya perempuan di Kaltim untuk terus produktif dan kritis dalam berpolitik. “Perempuan bukan penonton. Mereka adalah penentu masa depan,” tutupnya, diiringi harapan bahwa langkah ini menumbuhkan generasi perempuan pemimpin di masa depan.
Dengan seruan ini, Fraksi PKB di DPRD Kaltim berharap perempuan di Kutim, Berau, dan Bontang bangkit, berdaya, dan menentukan arah pembangunan daerah melalui politik yang inklusif dan berkelanjutan. (ADV).















