Samarinda – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkekuatan 300 Mega Watt (MW) di Desa Batoq Kelo, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), mendapat sambutan positif dari Ekti Imanuel, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur.
“Listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat, apalagi di daerah pemilihan saya seperti Mahulu dan Kutai Barat (Kubar),” ujar Ekti saat ditemui di Kantor DPD Partai Gerindra Kaltim, Sabtu (7/6/2025) kemaren.
Proyek ini diinisiasi oleh dua perusahaan, PT Handa Energi Investasi Indonesia dan PT Tujuan Mulia Makmur, yang berkomitmen berinvestasi dalam sektor energi terbarukan di kawasan perbatasan. Ekti menyebut, kehadiran proyek ini menjadi angin segar bagi warga Mahulu yang selama ini masih menghadapi keterbatasan pasokan listrik.
Ia juga menilai proyek PLTA bukan hanya penting dari sisi infrastruktur energi, tetapi juga membawa dampak sosial-ekonomi yang luas, termasuk peluang kerja dan pemerataan pembangunan.
Pembangunan PLTA ini pertama kali dipaparkan dalam pertemuan antara pihak investor dengan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji pada Senin (2/6/2025). Hadir dalam audiensi itu sejumlah pejabat teknis, termasuk Kepala Dinas PUPR Pera dan Kepala Dinas PMPTSP.
Seno Aji mengapresiasi inisiatif tersebut dan menyatakan bahwa proyek ini memiliki potensi besar untuk mengubah wajah pembangunan di Mahulu.
“Tentu saja Pemprov Kaltim sangat mengapresiasi. Kami juga akan memberikan insentif kepada PT Handa Energi Investasi Indonesia, karena pembangunan PLTA ini akan ikut mengembangkan Mahulu, termasuk infrastruktur pendukungnya,” ujarnya.
Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp2 hingga Rp3 triliun. Meski demikian, prosesnya masih dalam tahap awal. Perusahaan tengah menyusun survei dan pengurusan izin melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi.
“Untuk prosesnya memang masih hijau. Belum ada kontrak, dan perusahaan juga masih dalam tahap eksplorasi awal. Kami arahkan mereka menyurati Dinas PMPTSP untuk kelanjutan izin,” jelas Seno.
Dengan kehadiran PLTA ini, diharapkan wilayah Mahulu yang selama ini tergolong tertinggal dari sisi akses energi, dapat menikmati pembangunan yang lebih merata. Selain itu, proyek ini diharapkan membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan konektivitas wilayah perbatasan Kalimantan Timur.(ADV).















