Agus Aras Ingatkan Warga Kutim Waspadai Buaya Liar

- Penulis

Senin, 28 April 2025 - 09:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agus Aras, anggota Komisi IV DPRD Kaltim dari daerah pemilihan Bontang, Kutai Timur, dan Berau saat diwawancarai di Gedung E DPRD Kaltim, Senin (28/4/2025)

Agus Aras, anggota Komisi IV DPRD Kaltim dari daerah pemilihan Bontang, Kutai Timur, dan Berau saat diwawancarai di Gedung E DPRD Kaltim, Senin (28/4/2025)

Samarinda – Kepedihan menyelimuti warga Kampung Kajang, Kecamatan Sangatta Selatan, usai insiden tragis yang menimpa Fiki, bocah 10 tahun yang ditemukan tewas usai diduga diterkam buaya saat mandi di Sungai Sangatta pada Sabtu (26/4/2025). Peristiwa ini mengguncang masyarakat dan menjadi perhatian serius para wakil rakyat di Kalimantan Timur.

Agus Aras, anggota Komisi IV DPRD Kaltim dari daerah pemilihan Bontang, Kutai Timur, dan Berau, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian itu. Menurutnya, populasi buaya yang semakin meningkat dan masuk ke wilayah permukiman menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga.

“Populasi buaya di Kutai Timur sudah sangat mengkhawatirkan. Kita minta masyarakat lebih waspada, terutama dalam mengawasi anak-anak agar tidak mandi di sungai,” ujar Agus, Senin (28/4/2025), usai menerima laporan warga.

Ia mengakui bahwa kebiasaan mandi di sungai masih menjadi budaya masyarakat setempat, namun menurutnya, kebiasaan ini harus dikaji ulang demi keselamatan bersama.

Selain himbauan, Agus Aras juga mengusulkan solusi jangka panjang. Salah satunya, membentuk penangkaran buaya di Kutai Timur karena selama ini fasilitas serupa hanya tersedia di Teritip, Balikpapan.

“Jika memungkinkan, Sangatta bisa punya penangkaran sendiri. Tapi tentu butuh kajian yang matang dan kerja sama dengan instansi terkait,” tambahnya.

Agus juga mendorong pembentukan tim khusus penanganan konflik antara manusia dan buaya. Menurutnya, upaya mitigasi harus dilakukan secara terorganisir agar penanganan lebih cepat dan profesional.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa buaya tetap merupakan satwa yang dilindungi. Oleh karena itu, setiap upaya penanganan harus mengikuti prosedur hukum dan koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

“Buaya itu dilindungi, jadi tidak bisa sembarangan ditangkap atau dibunuh. Penanganannya harus lewat jalur resmi,” tegasnya.

Baca Juga :  Equity and Access in Indonesian Education: Addressing Disparities

Insiden ini menambah panjang daftar serangan buaya di Kutim. Pemerintah daerah diminta untuk serius membangun sistem mitigasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya interaksi dengan satwa liar, terutama di kawasan aliran sungai yang rawan. (ADV).

Berita Terkait

H. Baba: Daya Tampung SMA Negeri Balikpapan Hanya 51 Persen
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim: Balikpapan Perlu Solusi Air Bersih dan Penerangan
Firnadi Dorong Korporasi Ternak Desa Kembangkan Ekonomi Kukar
Firnadi Dukung Kolaborasi BUMD dan Industri Tambang Kaltim
Firnadi Ikhsan Dukung Pengalihan Jalur Tambang ke Sungai
Hartono: Kekurangan Dokter Spesialis di PPU dan Paser Mendesak Diatasi
Hari Bhayangkara ke-79, Firnadi Ikhsan Harap Polri Semakin Humanis
Gratispol Disorot, Sarkowi Dorong Transparansi dan Dialog Publik

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 15:02 WITA

Gedung Baru Tak Sejalan SDM, Puskesmas Batu Ampar Masih Kekurangan Dokter

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:00 WITA

Bupati Ardiansyah Buka BK Porprov Kurash Kaltim 2025

Jumat, 12 Desember 2025 - 12:55 WITA

Kolaborasi Pemuda dan Desa, KNPI Kutim Resmikan Rumah Restorative Justice di Singa Gembara

Jumat, 12 Desember 2025 - 02:56 WITA

Belajar Laporan Tanpa Tegang, DPPKB Kutim Bangun Budaya Kerja Akuntabel

Kamis, 11 Desember 2025 - 14:10 WITA

Batu Ampar Diproyeksikan Jadi Lumbung Pangan, Pertanian dan Perkebunan Jadi Tulang Punggung Ekonomi Lokal

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:29 WITA

Pesta Karya Siswa SMPN 1 Sangatta Utara Tuai Apresiasi, Mahyunadi Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan di Kutim

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:23 WITA

Forkopimcam se-Kutim Diminta Perkuat Respon Cepat Isu Sosial dan Bencana

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:20 WITA

Ardiansyah Lepas Kontingen Softball-Baseball Kutim, Semangat Menuju Prakualifikasi Porprov

Berita Terbaru

Berita

Bupati Ardiansyah Buka BK Porprov Kurash Kaltim 2025

Jumat, 12 Des 2025 - 13:00 WITA