Agusriansyah Kritik Sistem SPMB: Jangan Hanya Ganti Nama, Tapi Abaikan Substansi

- Penulis

Selasa, 10 Juni 2025 - 18:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan

Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan

Samarinda – Polemik Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang kini bernama Seleksi Penerimaan Masuk Bersama (SPMB) kembali disorot anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan. Dalam forum pembahasan bersama Disdikbud Kaltim, ia menilai pergantian nama semata tak menjawab persoalan mendasar yang hingga kini belum terselesaikan, khususnya masalah zonasi.

“Jangan cuma ganti nama jadi SPMB. Kalau substansinya tidak diselesaikan, kita hanya memindah persoalan dari satu istilah ke istilah lain,” tegas Agusriansyah, Selasa (10/6/2025).

Menurutnya, akar masalah seharusnya dilihat dari perspektif konstitusional. UUD 1945 dalam pembukaan dan Pasal 31 telah menegaskan hak pendidikan sebagai hak semua warga negara. Karena itu, sistem penerimaan siswa baru seharusnya tidak menimbulkan ketidakadilan atau diskriminasi, baik dari sisi zonasi, aksesibilitas, maupun kualitas pendidikan.

Agusriansyah juga mengkritisi sistem zonasi yang dianggap masih menyisakan ketimpangan. Ia menilai bahwa peraturan dari pemerintah pusat, seperti peraturan menteri, tidak bisa dijadikan aturan baku secara mutlak. “Kalau peraturan itu masih menyisakan ketidakadilan dan menabrak prinsip kemanusiaan, artinya masih perlu penyesuaian,” ujarnya.

Ia mendorong Pemprov Kaltim agar tidak hanya bersandar pada regulasi pusat, tapi juga merancang kebijakan daerah yang sesuai dengan kondisi lokal. Salah satu usulan konkretnya adalah menyusun Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur mekanisme penerimaan siswa baru berbasis kearifan lokal.

“Tiap daerah punya karakteristik masing-masing. Tidak bisa disamaratakan. Pendekatan di Kaltim harus sesuai realitas, bukan copy-paste dari kota besar,” tambahnya.

Terkait sebaran sekolah di dapil Kutai Timur, Berau, dan Bontang, Agusriansyah menilai bahwa persoalan utama bukan hanya soal jumlah ruang kelas atau rombongan belajar (rombel), tapi juga soal perbandingan data input lulusan SMP yang akan masuk SMA/SMK. Tanpa data ini, kata dia, evaluasi menjadi tidak objektif.

Baca Juga :  Ekti Imanuel: Pemuda Kaltim Harus Ambil Peran di Era IKN

“Kalau ditampilkan kapasitas sekolah saja tanpa input lulusan SMP, kita tidak tahu sebenarnya kekurangannya di mana,” katanya.

Agusriansyah pun merinci tiga langkah strategis: percepatan pembangunan ruang kelas representatif di tiap sekolah, peningkatan sarana dan infrastruktur menuju sekolah termasuk transportasi pelajar, serta revisi regulasi yang tidak harus mengikuti aturan pusat secara kaku.

“Pusat buat sistem, tapi yang punya sarana prasarana itu daerah. Maka daerah harus diberi ruang membuat sistem yang lebih adil,” pungkas Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kaltim ini. (ADV).

Berita Terkait

H. Baba: Daya Tampung SMA Negeri Balikpapan Hanya 51 Persen
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim: Balikpapan Perlu Solusi Air Bersih dan Penerangan
Firnadi Dorong Korporasi Ternak Desa Kembangkan Ekonomi Kukar
Firnadi Dukung Kolaborasi BUMD dan Industri Tambang Kaltim
Firnadi Ikhsan Dukung Pengalihan Jalur Tambang ke Sungai
Hartono: Kekurangan Dokter Spesialis di PPU dan Paser Mendesak Diatasi
Hari Bhayangkara ke-79, Firnadi Ikhsan Harap Polri Semakin Humanis
Gratispol Disorot, Sarkowi Dorong Transparansi dan Dialog Publik

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 15:02 WITA

Gedung Baru Tak Sejalan SDM, Puskesmas Batu Ampar Masih Kekurangan Dokter

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:00 WITA

Bupati Ardiansyah Buka BK Porprov Kurash Kaltim 2025

Jumat, 12 Desember 2025 - 12:55 WITA

Kolaborasi Pemuda dan Desa, KNPI Kutim Resmikan Rumah Restorative Justice di Singa Gembara

Jumat, 12 Desember 2025 - 02:56 WITA

Belajar Laporan Tanpa Tegang, DPPKB Kutim Bangun Budaya Kerja Akuntabel

Kamis, 11 Desember 2025 - 14:10 WITA

Batu Ampar Diproyeksikan Jadi Lumbung Pangan, Pertanian dan Perkebunan Jadi Tulang Punggung Ekonomi Lokal

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:29 WITA

Pesta Karya Siswa SMPN 1 Sangatta Utara Tuai Apresiasi, Mahyunadi Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan di Kutim

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:23 WITA

Forkopimcam se-Kutim Diminta Perkuat Respon Cepat Isu Sosial dan Bencana

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:20 WITA

Ardiansyah Lepas Kontingen Softball-Baseball Kutim, Semangat Menuju Prakualifikasi Porprov

Berita Terbaru

Berita

Bupati Ardiansyah Buka BK Porprov Kurash Kaltim 2025

Jumat, 12 Des 2025 - 13:00 WITA