Samarinda – “Pembinaan atlet harus tetap berjalan. Mereka tidak boleh jadi korban karena masalah tata kelola anggaran.” Seruan tegas itu disampaikan dr. Andi Satya Adi Saputra, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, menyusul mencuatnya dugaan penyimpangan dana hibah program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), beberapa waktu lalu.
Skandal tersebut menyeruak setelah Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim pada Senin (26/5/2025), terkait dana hibah sebesar Rp100 miliar dari APBD 2023 yang disalurkan DBON kepada delapan lembaga olahraga.
Menanggapi hal ini, Andi menekankan pentingnya memisahkan proses hukum yang sedang berjalan dengan upaya pembinaan olahraga yang selama ini telah melibatkan banyak atlet muda potensial. Ia mengingatkan agar proses hukum jangan sampai mengganggu keberlanjutan dukungan terhadap para atlet.
“Komisi IV tetap berkomitmen untuk mengawal alokasi anggaran pembinaan atlet secara optimal dan bertanggung jawab,” kata politisi Partai Golkar tersebut.
Menurutnya, peran Komisi IV sebagai mitra kerja Dispora akan diintensifkan, tak hanya dalam pengawasan anggaran, tetapi juga dalam memastikan bahwa program pembinaan tetap mendapatkan prioritas dalam agenda pembangunan daerah.
“Isu dugaan korupsi ini harus menjadi momen pembenahan, bukan alasan untuk mengendurkan dukungan terhadap para atlet yang sudah membela nama daerah,” tegasnya.
Andi juga berharap proses penyidikan oleh Kejaksaan Tinggi Kaltim berjalan secara transparan dan profesional. Ia menyatakan bahwa meski dugaan penyelewengan terjadi, pemerintah daerah tetap harus konsisten menjalankan program olahraga sebagai investasi bagi generasi muda Kaltim.
“Kalau memang ada pelanggaran, biarkan hukum menanganinya. Tapi jangan sampai semangat dan masa depan atlet kita dikorbankan,” pungkasnya.
Dengan sikap tegas dari legislatif, diharapkan pembinaan atlet dan pengembangan olahraga di Kalimantan Timur tetap berjalan di jalur yang sehat dan transparan, terlepas dari isu hukum yang kini sedang diselidiki. (ADV).















