Samarinda – Program Beasiswa Kutai Timur Tuntas terus bergulir, dengan alokasi anggaran yang mencapai Rp23 miliar pada tahun 2025. Program ini menuai dukungan dari Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan, yang memastikan bahwa kebijakan ini tidak akan berbenturan dengan program pendidikan gratis dari Pemprov Kaltim, GratisPol.
Ditemui usai rapat di Gedung DPRD Kaltim, Jumat (20/6/2025), Agusriansyah menilai langkah Pemkab Kutim sebagai implementasi nyata dari arah pembangunan jangka panjang daerah, yang terangkum dalam visi Kutim Hebat 2045. Ia menegaskan bahwa ketentuan teknis telah disiapkan agar beasiswa tersebut tidak tumpang tindih dengan program dari provinsi.
“Sudah diatur bahwa penerima tidak boleh sedang menerima beasiswa lain. Jadi antara Kutim Tuntas dan GratisPol bisa saling melengkapi, tidak saling ganggu,” ujar politisi PKS itu.
Sebagai Wakil Ketua Bapemperda, Agusriansyah turut menggarisbawahi pentingnya sinergi regulasi antarlevel pemerintahan agar beasiswa tepat sasaran dan berjalan tanpa hambatan administratif.
Program Beasiswa Kutai Timur Tuntas dibuka sejak 18 Juni hingga 31 Juli 2025. Warga yang ingin mendaftar wajib melakukannya secara daring melalui laman resmi beasiswa.kutaitimurkab.go.id.
Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Nurkholis, menjelaskan bahwa program ini terbuka untuk mahasiswa aktif yang berasal dari Kutim dan berdomisili minimal enam bulan di wilayah tersebut.
“Tujuannya sederhana tapi penting: agar anak-anak Kutim bisa mengakses pendidikan tinggi tanpa beban biaya,” ungkap Nurkholis di Sangatta, Rabu (19/6/2025).
Ia menjelaskan bahwa beasiswa ini terbagi ke dalam tiga jenis: Beasiswa Tuntas untuk biaya penuh, Stimulan untuk bantuan sebagian, dan Kerjasama untuk mahasiswa di institusi mitra. Tidak ada batasan kuota, penyaluran disesuaikan dengan besarnya anggaran.
Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2022, beasiswa ini telah menjangkau ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
“Program ini berkelanjutan dan semakin kuat secara kelembagaan. Harapan kami, penerima beasiswa mampu menjadi agen perubahan untuk Kutai Timur di masa depan,” ujar Nurkholis.
Ia menambahkan bahwa program ini kini berdiri sendiri setelah sebelumnya bersinergi dengan Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) yang saat ini telah dihentikan oleh Pemprov. Sehingga regulasi pun diperbarui untuk membuka kesempatan lebih luas bagi mahasiswa lokal.
“Sekarang tidak ada pembatasan. Semua mahasiswa asal Kutim, selama memenuhi syarat, boleh mendaftar,” tegasnya.
Menurut Agusriansyah, investasi di bidang pendidikan merupakan fondasi yang paling strategis dalam pembangunan daerah, khususnya bagi daerah dengan potensi sumber daya alam seperti Kutai Timur. Ia menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan beasiswa agar terlaksana secara transparan dan akuntabel.
“Sumber daya manusia adalah kekuatan utama dalam mewujudkan Kutim Hebat 2045. Maka pendidikan harus jadi prioritas, termasuk lewat program beasiswa,” pungkasnya.
Dengan terus bergulirnya beasiswa lokal, Pemkab Kutai Timur menunjukkan peran aktif dalam menciptakan keadilan akses pendidikan tinggi. Sinergi dengan kebijakan provinsi menjadi kunci agar tidak terjadi duplikasi, sekaligus memastikan bahwa anggaran publik dimanfaatkan secara maksimal untuk pembangunan manusia. (ADV).















