
KUTAI TIMUR, upnusa.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Faizal Rachman, mendesak pemerintah daerah untuk mencari formula efektif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, optimalisasi sumber daya lokal dan inovasi kebijakan fiskal sangat dibutuhkan untuk mendukung keberlanjutan pembangunan di daerah.
Dalam keterangannya, Faizal menilai bahwa potensi PAD Kutai Timur masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Ia meminta pemerintah untuk lebih kreatif dalam menggali potensi ekonomi, termasuk sektor pertanian, pariwisata, dan industri kecil, yang dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.
“Pemerintah daerah harus memiliki strategi yang jelas untuk meningkatkan PAD, terutama melalui pemanfaatan potensi lokal. Kita tidak bisa terus bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat,” ujar Faizal
Faizal juga menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan sebagai salah satu pilar utama dalam meningkatkan PAD. Ia mengingatkan pemerintah agar mengelola sektor pertambangan, kehutanan, dan perkebunan dengan prinsip keberlanjutan serta memastikan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.
“Potensi sumber daya alam di Kutai Timur sangat besar, tetapi kita harus memastikan pengelolaannya tidak hanya menghasilkan PAD jangka pendek, melainkan juga menjamin kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di masa depan,” tambahnya.
Selain itu, Faizal mendorong pemerintah untuk memperbaiki sistem administrasi pajak dan retribusi daerah agar lebih efisien dan transparan. Ia meminta adanya pengawasan yang ketat terhadap kebocoran pendapatan dan peningkatan layanan kepada wajib pajak.
“Kita perlu mengurangi kebocoran PAD dengan memperbaiki sistem pengelolaan dan pengawasan. Pemerintah juga harus memberikan insentif bagi pelaku usaha lokal untuk mendorong mereka berkontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah,” tegasnya.
Sebagai anggota DPRD, Faizal berkomitmen untuk mengawal kebijakan fiskal daerah agar berjalan efektif dan tepat sasaran. Ia juga mendorong adanya kajian mendalam untuk menemukan formula yang sesuai dengan karakteristik ekonomi Kutai Timur.
“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kita semua, termasuk DPRD, masyarakat, dan pelaku usaha. Dengan sinergi yang baik, saya optimis PAD Kutai Timur dapat meningkat secara signifikan,” pungkasnya. (ADV)















