Samarinda – Peluang emas kembali hadir bagi pemudi Kalimantan Timur untuk tampil di panggung internasional. Namun di balik euforia itu, anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, menyayangkan kuota program pertukaran pelajar Singapore Indonesia Youth Leaders Exchange Program (SIYLEP) yang tahun ini hanya memberikan satu jatah untuk Kaltim.
“Bagus memang, tapi satu itu sangat kurang. Kaltim ini bagian dari IKN, mestinya diberikan peluang lebih luas,” ujar Damayanti saat diwawancarai di Gedung DPRD Kaltim, Selasa (10/6/2025).
SIYLEP merupakan program pertukaran pemuda prestisius yang digagas Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI bersama National Youth Council Singapore sejak 2017. Untuk edisi 2025, Dispora Kaltim membuka seleksi pada 14–16 Mei lalu, dengan syarat peserta wajib perempuan. Lima kandidat terbaik dari seleksi daerah akan dikirim ke pusat, dan hanya satu yang akan dipilih.
Menurut Damayanti, Kalimantan Timur sebagai wilayah penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN) semestinya mendapatkan perhatian lebih besar dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Ia khawatir, jika tidak diperhatikan sejak awal, generasi muda lokal akan kalah bersaing dengan tenaga kerja dari luar.
“Kita ini butuh generasi yang siap. Jangan sampai nanti SDM lokal kita justru tergeser. Pendidikan dan pengalaman seperti SIYLEP ini bisa jadi modal utama,” tegasnya.
Ia juga menilai bahwa program pertukaran pelajar seperti ini membuka cakrawala pemuda tentang kehidupan global. Selain itu, pengalaman tinggal bersama keluarga angkat di Singapura selama satu bulan bisa memberikan pelajaran tak ternilai soal budaya, kepemimpinan, dan kerja kolaboratif lintas negara.
“Program seperti ini membuka jendela kita ke dunia. Yang terpilih harus manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, lalu terapkan apa yang dipelajari untuk kemajuan daerah,” pesannya.
Sementara itu, Sub Koordinator Kepemimpinan dan Kepeloporan Dispora Kaltim, Rusmulyadi, menjelaskan bahwa sistem seleksi kini dilakukan secara nasional. Hal ini merespons kritik terhadap kualitas peserta dari daerah. Meski Dispora Kaltim menyeleksi lima terbaik, keputusan akhir tetap berada di tangan pusat.
“Ini sistem seleksi nasional. Kami hanya mengirim kandidat terbaik, tapi penentu akhir ada di Kemenpora,” ungkap Rusmulyadi beberapa waktu lalu.
Peserta yang terpilih nantinya akan mengikuti pembekalan di Jakarta pada 19 Juni sebelum diberangkatkan ke Singapura pada 22 Juni 2025. Mereka akan mengikuti berbagai agenda pelatihan, termasuk diskusi, proyek bersama, serta interaksi budaya langsung.
Dengan segala keterbatasan, suara Damayanti menjadi dorongan agar kuota program seperti SIYLEP ke depan lebih berpihak pada provinsi strategis seperti Kaltim, demi membentuk pemuda tangguh dan siap bersaing dalam pembangunan nasional. (ADV).















