Program Makan Gratis Perlu Penyesuaian Harga Bahan Pokok di Kaltim

- Penulis

Rabu, 4 Juni 2025 - 02:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dr. Andi Satya Adi Saputra, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur

dr. Andi Satya Adi Saputra, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur

Samarinda – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Pemerintah Pusat memang terdengar mulia. Namun, pelaksanaan di lapangan tak sesederhana niat di atas kertas, terutama di Kalimantan Timur (Kaltim) yang memiliki tantangan geografis dan ekonomi yang jauh berbeda dibanding Pulau Jawa.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menilai bahwa program makan gratis untuk siswa harus dirancang secara kontekstual. Ia menegaskan bahwa disparitas harga bahan pokok menjadi salah satu hambatan utama dalam mengimplementasikan program tersebut di wilayahnya.

“Inisiatif ini bagus, tapi harus disesuaikan dengan realitas di lapangan. Di Kaltim, harga kebutuhan pokok jauh lebih tinggi,” ujarnya.

Pernyataan Andi didasari fakta bahwa biaya logistik dan distribusi barang di Kalimantan Timur memang cenderung lebih tinggi, terutama di wilayah-wilayah pedalaman dan pesisir yang sulit dijangkau.

Menurutnya, jika pemerintah pusat ingin program ini menjangkau seluruh siswa, maka pendekatan anggarannya harus disesuaikan dengan kebutuhan riil di daerah.

“Pelaksanaan harus dirancang dengan baik agar bisa menjangkau semua siswa. Jangan hanya meniru mentah-mentah model dari pusat,” tegas politisi muda Partai Golkar itu.

Saat ini, program MBG masih dalam tahap pilot project di beberapa daerah Indonesia. Hasil awal menunjukkan bahwa kebutuhan anggaran sangat variatif, tergantung pada lokasi dan ketersediaan bahan pangan lokal.

Andi menilai bahwa desentralisasi kebijakan pelaksanaan program sangat penting agar tidak terjadi ketimpangan. Ia mendorong agar pemerintah provinsi dan kabupaten dilibatkan secara aktif dalam menyusun rencana teknis, termasuk pola menu, sumber bahan, serta skema distribusi yang efisien dan aman.

“Kalau kita ingin anak-anak sekolah mendapatkan asupan bergizi yang merata, maka kita juga harus menyusun mekanisme yang realistis,” tambahnya.

Baca Juga :  Sarkowi Soroti Wisuda Sekolah yang Mahal dan Tak Mendidik

Lebih jauh, ia menyebut bahwa program ini tidak sekadar soal memberi makan, tetapi juga menyangkut aspek pendidikan gizi, peningkatan kesejahteraan petani lokal, dan ketahanan pangan daerah.

DPRD Kaltim, kata Andi, siap mengawal kebijakan ini agar mampu memberikan dampak nyata. Namun ia menegaskan, pusat harus membuka ruang fleksibilitas kebijakan agar pemerintah daerah tidak hanya menjadi pelaksana pasif. (ADV).

Berita Terkait

H. Baba: Daya Tampung SMA Negeri Balikpapan Hanya 51 Persen
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim: Balikpapan Perlu Solusi Air Bersih dan Penerangan
Firnadi Dorong Korporasi Ternak Desa Kembangkan Ekonomi Kukar
Firnadi Dukung Kolaborasi BUMD dan Industri Tambang Kaltim
Firnadi Ikhsan Dukung Pengalihan Jalur Tambang ke Sungai
Hartono: Kekurangan Dokter Spesialis di PPU dan Paser Mendesak Diatasi
Hari Bhayangkara ke-79, Firnadi Ikhsan Harap Polri Semakin Humanis
Gratispol Disorot, Sarkowi Dorong Transparansi dan Dialog Publik

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 02:37 WITA

Berbekal Pengalaman di Sektor Investasi, Saiful Ahmad Bidik Kursi Kepala DPMPTSP

Senin, 2 Maret 2026 - 01:21 WITA

340 Peserta Ikuti OSMB dan PKBJJ UT, Siapkan Generasi Tangguh Kutim

Minggu, 1 Maret 2026 - 01:22 WITA

Pemkab Kutim Perketat Pengawasan Dana CSR Perusahaan

Senin, 2 Februari 2026 - 10:26 WITA

Sertijab Empat Kabag di Setkab Kutim, Tekankan Kinerja dan Sinergi

Minggu, 1 Februari 2026 - 10:26 WITA

Resmikan Lebo’Nami, Bupati Ardiansyah Ingatkan Ketatnya Aturan Masyarakat Hukum Adat

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:32 WITA

Polsek Kaliorang dan GAM Hijaukan 1 Hektare Lahan dengan Jagung Pipil

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:37 WITA

Pastikan Fisik Prima, 60 Relawan SPPG Polres Kutim Tes Kesehatan

Rabu, 21 Januari 2026 - 01:06 WITA

Bupati Kutim Resmikan Jembatan Gantung Jabdan, Perkuat Akses Warga Muara Wahau

Berita Terbaru

Berita

Pemkab Kutim Perketat Pengawasan Dana CSR Perusahaan

Minggu, 1 Mar 2026 - 01:22 WITA