Samarinda – “Menurut saya malah bagus itu.” Ungkapan dukungan tersebut disampaikan Sarkowi V Zahry, Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, menanggapi wacana penerapan pendidikan ala militer untuk siswa bermasalah beberapa waktu lalu.
Konsep ini sebelumnya digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan kini menarik perhatian di berbagai daerah termasuk Kalimantan Timur. Sarkowi menyatakan bahwa meski program serupa belum diberlakukan di Kaltim, ia setuju jika kebijakan tersebut diadaptasi dengan prosedur yang tepat.
“Di kita itu seperti ada kecenderungan, kalau dipaksa itu baru dia akan mengikuti aturan,” ujar politisi Partai Golkar ini dalam wawancara di Gedung D DPRD Kaltim.
Menurutnya, kedisiplinan yang diterapkan dalam lingkungan militer dapat membentuk karakter dan kebiasaan positif pada remaja yang sulit diatur. Ia mengaitkan pandangannya dengan pengalaman anak-anak yang aktif dalam organisasi seperti Pramuka, yang dinilai lebih tertib dalam kehidupan sehari-hari.
Sarkowi menyebut pendidikan ala barak militer memiliki rutinitas yang terstruktur, seperti ketepatan waktu salat, tata cara makan, olahraga teratur, dan pembiasaan doa sebelum makan, sebagai pembentuk kepribadian positif yang berkelanjutan.
“Begitu masuk di sana kan dididik. Itu salatnya diatur harus tepat waktu, duduk, cara makan, segala macam, kemudian harus olahraga, berdoa sebelum makan,” jelasnya.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya kejelasan dalam pelaksanaan program agar tidak menimbulkan kontroversi. Sarkowi menegaskan bahwa prosedur, sasaran, serta tujuan dari program ini harus ditetapkan secara rinci.
“Tentu dengan prosedur yang kita tentukan, dengan target-target yang ditentukan. Artinya outcome sama output-nya harus jelas,” tegasnya.
Dukungan terhadap model pendidikan semi-militer ini mencerminkan keprihatinan atas pola perilaku remaja yang dinilai makin sulit dikendalikan, serta kebutuhan akan pendekatan pembinaan yang lebih tegas namun tetap mendidik. Sarkowi menilai, jika diterapkan dengan tepat, program ini bisa menjadi solusi efektif membentuk generasi muda yang lebih disiplin dan bertanggung jawab. (ADV).















