Samarinda – “Target enam bulan itu sudah jadi kesepakatan dengan Menteri Pertanian, jadi harus diupayakan. Tapi kalau di lapangan ada kendala seperti banjir dan itu mengganggu aktivitas, ya tentu perlu kita evaluasi lagi,” ujar Sarkowi V Zahry, Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Rabu (28/5/2025), menanggapi ancaman banjir di tengah upaya swasembada pangan di provinsi ini.
Sejumlah wilayah pertanian di Kaltim dilanda genangan dan banjir akibat tingginya curah hujan. Sarkowi menilai fenomena tersebut dapat menghambat kegiatan tanam dan panen, serta berpotensi merusak target kemandirian pangan yang ditargetkan dalam enam bulan ke depan.
Menurutnya, mitigasi bencana harus menjadi bagian integral dari rencana pangan agar produktivitas pertanian tidak tergerus kondisi cuaca ekstrem. “Strategi mitigasi bencana harus menjadi bagian integral dari rencana swasembada agar tidak terjadi kegagalan produksi,” tegasnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa pencapaian target ini tidak semata tanggung jawab Pemerintah Provinsi. Sarkowi menekankan pentingnya distribusi tanggung jawab secara jelas ke masing-masing kabupaten/kota sesuai dengan kapasitas serta kondisi lokal.
“Target ini adalah target Kalimantan Timur. Jadi, harus didistribusikan ke kabupaten/kota. Kutai Kartanegara berapa, Penajam berapa, Paser berapa, Samarinda berapa. Itu harus dirinci,” tambahnya.
Politisi Partai Golkar itu juga menyerukan sinergi pendanaan antara APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten/Kota agar pembiayaan program swasembada tidak timpang dan berjalan efektif. Menurutnya, skema pembiayaan bersama menjadi penting karena keberhasilan program juga akan berdampak pada kinerja Kementerian Pertanian.
“Kalau semuanya mengandalkan Kalimantan Timur saja, berat. Ini kan juga bagian dari kinerja Kementerian Pertanian. Maka harus ada sinergitas soal anggaran,” tegasnya.
Selain sisi anggaran, Sarkowi menekankan bahwa kolaborasi diperlukan pula dalam aspek teknis seperti pendistribusian logistik, penyuluhan bagi petani, serta pengawasan pelaksanaan program. Ia menargetkan bahwa dengan anggaran yang tepat, pengawasan memadai, kontrol efektif, dan tahapan yang jelas, target swasembada ini optimis untuk tercapai.
“Dengan kolaborasi anggaran, pengawasan yang tepat, kontrol yang tepat, dan tahapan yang jelas, saya yakin target ini bisa tercapai,” tutupnya. (ADV).















