Samarinda – Kerancuan informasi terkait penggunaan aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) di kawasan Gelora Kadrie Oening, akhirnya diluruskan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono. Menanggapi polemik yang mencuat di tengah masyarakat, Sapto menegaskan bahwa fasilitas yang akan dijadikan hunian mahasiswa bukanlah Hotel Atlet seperti yang banyak diasumsikan, melainkan Wisma Atlet.
Pernyataan ini muncul setelah Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyampaikan rencana pemanfaatan aset tersebut untuk mahasiswa luar daerah. Namun publik keliru mengartikan bahwa bangunan yang dimaksud adalah Hotel Atlet, bukan Wisma Atlet yang berada di samping bekas gedung Dispora Kaltim.
“Yang dimaksud sebagai asrama mahasiswa adalah Wisma Atlet, bukan Hotel Atlet. Ini perlu diluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman,” jelas Sapto saat ditemui di Gedung DPRD usai RDP tentang wisma Atlet, Senin (28/4/2025).
Ia menjelaskan bahwa Wisma Atlet merupakan bangunan peninggalan perhelatan PON 2008 dan saat ini akan dialihfungsikan menjadi tempat tinggal mahasiswa dari luar Samarinda yang berasal dari keluarga kurang mampu. Tujuan program ini, lanjutnya, adalah untuk memberikan fasilitas hunian terjangkau bagi mahasiswa berprestasi yang terkendala secara finansial.
“Yang boleh tinggal di situ adalah anak-anak yang kuliah di Samarinda tapi berasal dari luar kota, dan berasal dari keluarga kurang mampu. Yang mampu ya jangan di situ,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sapto mengungkapkan bahwa Hotel Atlet yang banyak dibicarakan masyarakat belum memiliki izin operasional sebagai penginapan dan tidak termasuk dalam rencana hunian mahasiswa. Bahkan, Pemprov berencana mengubah fungsi bangunan tersebut menjadi hotel komersial berbintang empat lengkap dengan fasilitas pendukung seperti kolam renang, restoran, dan aula.
“Kita minta agar Hotel Atlet dibenahi total agar bisa menjadi hotel kelas bintang empat, lengkap dengan kolam renang, laundry, restoran, aula dan fasilitas penunjang lainnya,” imbuh Sapto.
Ia juga menekankan bahwa jika pengelolaan hotel tersebut dilakukan secara profesional, hasil pendapatannya bisa digunakan untuk membiayai program-program sosial seperti pendidikan dan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat Kaltim.
“Kalau dikelola dengan baik, hasilnya bisa digunakan untuk membiayai pendidikan gratis dan kesehatan gratis bagi warga,” pungkasnya.(ADv).















