Berbasis Data Terpadu, Pentas Kutim Perkuat Intervensi Penurunan Stunting

- Penulis

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upnusa, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Kesehatan meluncurkan program Pentas Kutim (Pelayanan Terpadu dan Serentak Tuntaskan Stunting di Kabupaten Kutai Timur) sebagai upaya mempercepat penurunan prevalensi stunting melalui pendekatan terintegrasi di Ruang Akasia GSG Bukit Pelangi, Minggu (26/7/2026). Program ini merupakan Aksi Perubahan Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.

Peluncuran Pentas Kutim diselaraskan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Program ini dirancang untuk memperkuat sistem pendataan, pemantauan, hingga intervensi kesehatan bagi ibu hamil dan balita secara serentak di seluruh wilayah Kutim.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati mengatakan Pentas Kutim menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah agar tidak ada ibu hamil maupun balita yang terlewat dari pemantauan status gizi dan kesehatan.

“Pentas Kutim mengombinasikan deteksi dini berbasis teknologi informasi, intervensi medis, pemenuhan gizi, hingga edukasi keluarga secara serentak dari tingkat desa hingga kabupaten,” kata Yuwana.

Ia menjelaskan, inovasi tersebut dibangun di atas empat pilar utama. Pertama, skrining serentak berbasis teknologi informasi dengan mengoptimalkan peran kader Posyandu, PAUD, rumah sakit, klinik, dan bidan praktik mandiri. Seluruh data tumbuh kembang anak akan dipantau secara real time melalui aplikasi Dinas Kesehatan.

Pilar kedua adalah pendampingan intensif bagi ibu hamil melalui pemeriksaan dokter spesialis obstetri dan ginekologi serta pemberian suplementasi mikronutrien seperti asam folat, kalsium, vitamin D, dan Tablet Tambah Darah (TTD).

Selanjutnya, intervensi gizi spesifik bagi balita berisiko stunting melalui pemberian makanan tambahan pemulihan berbasis protein hewani maupun pangan lokal serta penanganan medis sesuai kebutuhan. Pilar keempat berupa edukasi pola asuh, mulai dari pentingnya ASI eksklusif, pemberian MP-ASI yang tepat, penggunaan Taburia, hingga peningkatan cakupan imunisasi dan vitamin A.

Baca Juga :  Gala Dinner Bersama Wabup Kutim, JELAS 7 Hadirkan Ratusan Riders Nusantara

Yuwana optimistis pendekatan yang terintegrasi tersebut mampu mempercepat penurunan angka stunting sekaligus mewujudkan generasi Kutai Timur yang lebih sehat dan berkualitas.

Peluncuran Pentas Kutim mendapat apresiasi dari Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan Kepemimpinan Manajerial (Puslatbang KMP) LAN RI Makassar, H Muhammad Aswad. Menurutnya, seorang pemimpin perubahan harus mampu menghadirkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus membangun kolaborasi lintas sektor.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Dua indikator penting kepemimpinan perubahan tersebut betul-betul diwujudkan oleh Ibu dr Yuwana melalui proyek perubahan Pentas Kutim ini,” ujar Muhammad Aswad.

Ia menegaskan, keberhasilan sebuah aksi perubahan tidak hanya diukur dari peluncurannya, tetapi juga dari keberlanjutan implementasinya. Menurut dia, Pentas Kutim diharapkan terus berjalan, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta berpotensi menjadi model yang dapat direplikasi oleh daerah lain.

Melalui Pentas Kutim, Pemerintah Kabupaten Kutim berharap sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, kader Posyandu, hingga masyarakat dapat semakin kuat dalam mempercepat penurunan stunting dan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, serta berdaya saing.(Adv/up1_setkab)

Berita Terkait

Listrik 24 Jam Masuk Senambah dan Mulupan, Bupati Kutim: Warga Kini Benar-Benar Merdeka
3.550 Anak Meriahkan Puncak Hari Anak Nasional ke-42 di Kutim
DPPPA Kutim Dorong Pelajar Berani Laporkan Kekerasan terhadap Anak
Ardiansyah: ASN Jangan Sekadar Absen, Kinerja Harus Berdampak bagi Masyarakat
Kemendagri: Keberhasilan BLUD Bukan Sekadar Serapan Anggaran
BLUD Kutim Diminta Utamakan Dampak Layanan bagi Masyarakat
Pelabuhan Kenyamukan Ditargetkan Beroperasi Awal 2028
Sharing Santai di Muara Bengkal, Bupati Kutim Serap Aspirasi Warga

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:49 WITA

Listrik 24 Jam Masuk Senambah dan Mulupan, Bupati Kutim: Warga Kini Benar-Benar Merdeka

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:44 WITA

3.550 Anak Meriahkan Puncak Hari Anak Nasional ke-42 di Kutim

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:38 WITA

DPPPA Kutim Dorong Pelajar Berani Laporkan Kekerasan terhadap Anak

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:32 WITA

Ardiansyah: ASN Jangan Sekadar Absen, Kinerja Harus Berdampak bagi Masyarakat

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:28 WITA

Kemendagri: Keberhasilan BLUD Bukan Sekadar Serapan Anggaran

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:12 WITA

Pelabuhan Kenyamukan Ditargetkan Beroperasi Awal 2028

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:35 WITA

Sharing Santai di Muara Bengkal, Bupati Kutim Serap Aspirasi Warga

Senin, 27 Juli 2026 - 10:02 WITA

Panitia HUT RI dan Hari Jadi Kutim Mulai Dimatangkan

Berita Terbaru

Berita

Kemendagri: Keberhasilan BLUD Bukan Sekadar Serapan Anggaran

Selasa, 28 Jul 2026 - 10:28 WITA