Upnusa, SANGATTA – Bunda PAUD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Siti Robiah mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat perlindungan anak dan mencegah pernikahan dini sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi masa depan yang berkualitas. Ajakan tersebut disampaikannya pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tingkat Kabupaten Kutai Timur di Ruang Akasia, Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Minggu (26/7/2026).
Mengusung tema nasional “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”, Siti Robiah menilai peringatan HAN tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak.
“Pesan ini bukan hanya sekadar slogan, tetapi merupakan panggilan aksi bagi kita semua sebagai orang tua, pendidik, dan masyarakat untuk memberikan kasih sayang kepada anak-anak kita sehingga anak-anak kita menjadi anak-anak yang penyayang dan juga anak-anak yang bergembira,” ujarnya.
Menurutnya, anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan maupun perundungan agar dapat tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi secara optimal.
“Melindungi anak-anak kita, memastikan hak-hak mereka untuk tumbuh, belajar, dan bermain terpenuhi tanpa rasa takut. Seperti apa yang disampaikan oleh Kak Seto, anak-anak kita harus senang belajar, baik di sekolah maupun di rumah,” katanya.
Siti Robiah juga mendorong anak-anak aktif mengikuti kegiatan positif yang mampu membangun karakter, melatih kepemimpinan, sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. Menurutnya, aktivitas edukatif menjadi salah satu langkah efektif mencegah anak terpengaruh pergaulan yang negatif.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya komunikasi yang terbuka antara orang tua, guru, dan anak. Pendampingan yang baik akan membuat anak merasa dihargai serta memiliki tempat untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi.
“Saya mengajak para orang tua dan guru untuk mengayomi anak-anak kita, memberikan pendampingan yang baik, sehingga mereka merasa memiliki tempat untuk bercerita dan tidak mencari pelampiasan ke hal-hal yang negatif,” ucapnya.
Siti Robiah pun memotivasi anak-anak agar terus belajar dengan tekun, menghormati orang tua dan guru, serta berani menggantungkan cita-cita setinggi mungkin. Ia memastikan pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mendukung lahirnya generasi Kutim yang unggul, cerdas, dan berkarakter.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengimbau para orang tua agar mendampingi anak hingga menyelesaikan pendidikan dan tidak terburu-buru menikahkan mereka. Menurutnya, pendidikan menjadi bekal utama sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.
“Kawal anak-anak kita hingga tuntas mengenyam pendidikan formal dan memiliki kesiapan mental maupun fisik. Jangan tergesa-gesa menikahkan anak. Dukung mereka saat mereka bermimpi dan dampingi mereka saat mereka berjuang meraih impian itu,” tegas Ardiansyah.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kutim akan terus memperkuat program perlindungan anak, memperluas akses pendidikan yang berkualitas, serta menghadirkan lebih banyak ruang yang ramah bagi anak.
“Terus bermimpi, fokuslah menyelesaikan pendidikan, kembangkan bakat dan kemampuan yang kalian miliki, manfaatkan teknologi secara bijak, serta pilih lingkungan pergaulan yang positif. Beranilah mengatakan tidak terhadap segala sesuatu yang dapat merusak masa depan kalian,” pungkasnya. (Adv/up1_setkab)















