Upnusa, MUARA BENGKAL – Peresmian layanan listrik 24 jam di Desa Senambah dan Desa Mulupan, Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur, tidak serta-merta mengakhiri persoalan dasar yang dihadapi masyarakat. Setelah kebutuhan listrik terpenuhi, pemerintah desa kini mendorong percepatan perbaikan infrastruktur jalan dan peningkatan layanan kesehatan.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Desa Senambah yang dirangkaikan dengan syukuran beroperasinya listrik 24 jam di Lapangan Sepak Bola Desa Senambah, Rabu (29/7/2026).
Kepala Desa Senambah, Akhmad Lamo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan seluruh pihak yang telah mewujudkan layanan listrik selama 24 jam. Menurut dia, kehadiran listrik menjadi langkah besar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah pedalaman.
Meski demikian, Akhmad menilai masih terdapat kebutuhan mendesak yang perlu mendapat perhatian, terutama kondisi jalan antar-desa yang rusak dan keterbatasan tenaga kesehatan.
“Pusat kesehatan cukup jauh dan kondisi jalan kami masih rusak. Kami sangat mengharapkan adanya perhatian untuk perbaikan jalan serta penempatan tenaga kesehatan seperti mantri atau perawat di desa kami,” ujar Akhmad.
Hal serupa disampaikan Kepala Desa Mulupan, Riansyah. Ia berharap pembangunan jalan yang menghubungkan wilayahnya dengan Kabupaten Kutai Kartanegara dapat segera direalisasikan untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
“Pembangunan jalan ini sangat penting agar kampung kami hidup dan interkoneksi antarwilayah berjalan lancar,” katanya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan menuju Senambah dan Mulupan.
Menurut Ardiansyah, ruas Jalan Ngayau telah selesai dikerjakan, sementara akses menuju kedua desa masih menghadapi kendala berupa sejumlah titik yang kerap tergenang banjir. Pemerintah daerah telah meminta camat berkoordinasi dengan perusahaan di sekitar wilayah tersebut untuk melakukan penimbunan sebelum pembangunan jalan beton dilaksanakan.
Terkait kebutuhan tenaga kesehatan, Ardiansyah meminta pemerintah desa berkoordinasi dengan RSUD Muara Bengkal agar penempatan perawat atau mantri desa dapat diproses sesuai kebutuhan pelayanan masyarakat. Ia menegaskan akses kesehatan yang memadai menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan warga di kawasan pedalaman Kutai Timur. (Adv/up1_setkab)















